Jejak Bakti BCA Cetak SDM Unggul & Berdayakan Komunitas

Jumat, 28 Agustus 2026 | 03:59:31 WIB
PT Bank Central Asia Tbk (BCA). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus mengoptimalkan komitmennya dalam memajukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di tanah air. 

Di samping mempertahankan program beasiswa Bakti BCA yang populer di kalangan mahasiswa, inisiatif creating shared value (CSV) di bawah naungan Bakti BCA juga berfokus membentuk ekosistem pemberdayaan komprehensif guna memperkuat kapasitas bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu wujud nyatanya adalah program Genera-Z Berbakti yang mewadahi mahasiswa untuk menerapkan gagasan pembangunan masyarakat di desa wisata binaan.

Tahun ini, delegasi terpilih dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta Universitas Airlangga (UNAIR) turun langsung ke lapangan. 

Sebelum bertolak ke lokasi tujuan, para pemenang Genera-Z Berbakti 2026 mengikuti kegiatan pembekalan komprehensif mulai dari pemetaan kebutuhan warga, penyusunan program, penguatan tim, manajemen data, hingga wawasan seputar kesehatan, keselamatan, dan lingkungan kerja.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengemukakan bahwa keterlibatan ini diproyeksikan menjadi fondasi berharga bagi masa depan mahasiswa dalam berkolaborasi secara produktif bersama masyarakat. 

“Harapannya, pengabdian ini dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk masa depannya, dan masyarakat agar semakin berdaya dan tangguh," ujar Hera.

Pengembangan kapasitas SDM ini turut merambah sektor sosial dan ekonomi wilayah secara aplikatif. Di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, BCA menyelenggarakan pelatihan gastronomi bagi sembilan pengelola Desa Wisata binaan Bakti BCA. 

Para pengelola diajak mengunjungi serta mempelajari langsung praktik di Dapur Tara yang menonjolkan hidangan tradisional dengan target pasar pelancong internasional. Upaya ini secara khusus diarahkan untuk mendongkrak standar penyajian kuliner lokal agar memiliki daya pikat lebih tinggi di kancah global.

Menurut Hera, kuliner lokal merupakan motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, materi pelatihan dan strategi bisnis sangat esensial untuk menumbuhkan rasa percaya diri warga desa dalam menyuguhkan keunikan rasa daerah dengan standar kualitas yang lebih prima.

Program tersebut ditopang oleh tiga pilar utama agar desa binaan Bakti BCA mampu bersaing secara kompetitif dan menggerakkan roda perekonomian secara mandiri. Pertama, Usaha Berbasis Kemasyarakatan, di mana BCA memastikan seluruh usaha desa Bakti BCA dimiliki dan dikelola langsung oleh warga lokal. 

Kedua, Peningkatan Kapasitas, melalui penyelenggaraan pelatihan berkala demi mendongkrak mutu SDM dan manajemen tata kelola usaha. Ketiga, Akses Pasar, yang diwujudkan lewat dukungan promosi serta perluasan jalur pemasaran melalui ekosistem BCA beserta misi penjualan.

“Kami percaya bahwa penguatan kapasitas masyarakat desa harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan agar dampaknya benar-benar terasa. Karena itu, setiap program dirancang untuk saling terhubung dan mendukung pengembangan potensi lokal secara menyeluruh,” tambah Hera.

Pada ranah pemberdayaan sektor riil, BCA memberikan pendampingan intensif kepada para pelaku UMKM lewat Workshop Sertifikasi Halal dan Pelatihan Usaha. Kegiatan terkini dilaksanakan di KCU Tanjung Priok dengan menggandeng 100 pelaku usaha kuliner. 

BCA tidak sekadar memfasilitasi perolehan sertifikat halal, melainkan turut membekali para peserta dengan kecakapan bisnis fundamental agar usaha mereka kian berkembang. Tercatat sejak 2023, BCA telah sukses memfasilitasi penerbitan sekitar 5.000 sertifikat halal bagi UMKM yang tersebar di 40 provinsi.

Komitmen memperkuat ketahanan SDM juga direalisasikan dengan merangkul para pegiat industri kreatif serta wirausahawan muda. 

Lewat pameran Kawan Nusantara 2026, BCA bekerja sama dengan jenama TULOLA guna memberdayakan kreator lokal, yakni perajin perhiasan perak asal Desa Wisata Taro di Bali, demi menjaga kelestarian warisan budaya nusantara. 

Di waktu bersamaan, BCA memperkokoh ekosistem pebisnis muda melalui gelaran BCA Young Community (BYC) Fest serta peluncuran pembaruan aplikasi komunitas.

Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih, menegaskan dedikasi perseroan dalam mendampingi generasi muda menavigasi ketatnya persaingan bisnis. 

Melalui optimalisasi wadah komunitas ini, BCA mematok target lahirnya para wirausahawan muda yang tangkas, inovatif, dan mampu memberikan sumbangsih nyata bagi perekonomian nasional.

“Tanpa kolaborasi, bisnis akan sulit beradaptasi apalagi tumbuh. Apabila mengabaikan teknologi, pelaku usaha tidak akan pergi ke mana-mana dan perlahan tergerus pergerakan zaman,” ungkap John.

Terkini