RI Bidik Ekspor CPO hingga Udang Beku ke Maroko

Jumat, 28 Agustus 2026 | 23:46:31 WIB
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Perdagangan mengidentifikasi sejumlah komoditas unggulan nasional yang mempunyai peluang besar untuk mendongkrak volume ekspor ke Maroko, mulai dari minyak kelapa sawit mentah (CPO) bersama produk turunannya sampai udang beku.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyampaikan bahwa berbagai komoditas tersebut saat ini masih menyimpan potensi perdagangan yang belum tergarap secara maksimal (unrealized export potential) di pasar Maroko.

"Indonesia memiliki potensi ekspor yang signifikan, namun belum terealisasi ke Maroko untuk produk-produk seperti amonia anhidrat, minyak kelapa sawit mentah dan olahan, besi dan baja setengah jadi, serta udang beku," ujar Roro dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Di samping komoditas-komoditas itu, Roro menuturkan bahwa Indonesia juga mempunyai peluang emas untuk memperlebar cakupan ekspor produk lainnya seiring dengan upaya mempererat relasi dagang antarnegara.

Sebaliknya, Maroko memegang fungsi krusial bagi tanah air dalam hal penyediaan ragam produk strategis, terkhusus komoditas pupuk serta aluminium.

Roro menjelaskan bahwa pengoptimalan akses pasar menjadi salah satu dasar utama yang mendorong pemerintah guna mempercepat penyelesaian Perjanjian Perdagangan Indonesia-Maroko.

Pemerintah sendiri mematok target agar kesepakatan dagang bilateral tersebut rampung secara komprehensif menjelang tahun 2027 mendatang.

Lewat pertemuan lanjutan hubungan ekonomi serta perdagangan bilateral Indonesia-Maroko bersama Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Luar Negeri Kerajaan Maroko Omar Hejira secara daring pada Kamis (27/8/2026), Roro memandang langkah penghidupan kembali perundingan ini sebagai momentum krusial untuk melipatgandakan keuntungan ekonomi kedua belah pihak.

"Indonesia siap bekerja sama secara konstruktif dengan Maroko untuk mengakselerasi proses perundingan ini. Momentum ini harus dilihat sebagai peluang bagi kedua negara untuk mewujudkan hubungan politik yang kuat menjadi manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan," katanya.

Menurut Roro, jalannya negosiasi bakal difokuskan pada perumusan jadwal kerja yang terukur, meneruskan perundingan berlandaskan draf naskah yang sudah tersedia, serta menetapkan target akses pasar yang adil serta menguntungkan kedua belah pihak.

Ia menilai bahwa Maroko menduduki posisi yang sangat strategis sebagai gerbang utama bagi komoditas tanah air untuk menembus pasar Afrika, Eropa, serta kawasan Mediterania. Sebaliknya, Indonesia dapat berfungsi sebagai pintu gerbang bagi produk Maroko guna merambah pasar ASEAN serta wilayah Indo-Pasifik.

Sepanjang tahun 2025, angka akumulasi perdagangan Indonesia-Maroko tercatat menyentuh 235 juta dolar AS atau mengalami lonjakan drastis sebesar 33 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Trajektori positif ini terus berlanjut sepanjang lima bulan pertama tahun 2026 (rentang Januari-Mei) dengan pencapaian pertumbuhan hingga 37 persen secara tahunan sampai menembus angka 180 juta dolar AS.

Kinerja ekspor Indonesia menuju Maroko pada 2025 sukses membukukan angka 154,9 juta dolar AS dengan komoditas andalan berupa kopi, ban pneumatik baru, aneka lemak serta minyak hewani dan nabati, margarin beserta olahan makanan, hingga komoditas batu bara.

Di sisi lain, total impor Indonesia dari Maroko pada kurun waktu 2025 berada di kisaran 80,1 juta dolar AS dengan penopang utama komoditas pupuk mineral atau kimia, pupuk fosfat, aluminium mentah, serta produk pakaian wanita.

Selama rentang tahun 2021 hingga 2025, grafik ekspor Indonesia ke Maroko konsisten menorehkan tren positif di angka 4,95 persen, menempatkan Maroko pada posisi ke-74 sebagai negara tujuan utama ekspor nasional.

Terkini