LITERASIKEUANGAN.COM — IHSG ditutup menguat 0,42% ke level 6.548,85 pada jeda siang hari ini, dengan level tertinggi intraday sempat menyentuh 6.566,90. Namun, penguatan indeks tidak diiringi aliran modal asing yang positif, di mana tercatat foreign buy sebesar Rp 2,08 triliun berbanding foreign sell Rp 2,21 triliun.
Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 7,79 triliun dengan volume 21,62 miliar saham dan frekuensi 1.143.965 kali. Indeks LQ45 juga tercatat naik 0,22% ke level 642.450, dengan mayoritas saham menghijau—330 saham menguat berbanding 277 saham yang melemah.
Tekanan Jual Terbesar Ada di Saham Teknologi dan Tambang
Berdasarkan data Stockbit, GOTO menjadi saham dengan net foreign sell terbesar hingga penutupan sesi pertama, mencapai Rp 134,90 miliar. Padahal, sejak awal tahun berjalan, emiten teknologi ini kerap mencatatkan posisi net foreign buy yang signifikan saat IHSG berada dalam tren pemulihan.
Posisi jual asing terbesar berikutnya ditempati PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 87,85 miliar dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sebesar Rp 62,62 miliar. Ketiga saham ini berkontribusi lebih dari 200% terhadap total net sell pasar, mengindikasikan aksi jual yang sangat terkonsentrasi.
Konsentrasi Jual Asing di GOTO: Sinyal Rotasi atau Profit Taking?
Konsentrasi tekanan jual pada GOTO menarik dicermati karena terjadi saat indeks utama justru menguat. Pola ini menunjukkan investor asing melakukan rotasi portofolio, melepas posisi di saham teknologi berkapitalisasi besar untuk beralih ke sektor yang dianggap lebih murah atau memiliki katalis jangka pendek lebih kuat.
Bagi investor ritel, aksi jual asing yang masif di GOTO bisa menjadi indikasi bahwa tekanan pasokan saham dari pemegang asing masih tinggi. Namun, perlu dicatat bahwa kepemilikan asing di GOTO memang memiliki porsi signifikan, sehingga pergerakan keluar-masuk dana asing kerap mempengaruhi likuiditas saham ini secara harian.
Sebaliknya, penguatan IHSG yang ditopang oleh 330 saham menguat menunjukkan bahwa daya tahan pasar domestik masih solid meskipun ada arus keluar modal asing. Sektor perbankan dan barang konsumsi biasanya menjadi penyangga utama saat terjadi aksi jual di saham teknologi.
Bagaimana Pergerakan Selanjutnya?
Level support terdekat IHSG berada di area 6.500, sementara resistensi psikologis berikutnya ada di 6.600. Data net foreign sell yang masih cukup besar pada sesi pertama berpotensi berlanjut jika tidak ada katalis positif baru dari pasar global.
Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan imbal hasil obligasi pemerintah sebagai indikator awal sentimen investor asing. Jika tekanan jual di GOTO berlanjut hingga penutupan, kemungkinan besar indeks akan kesulitan mempertahankan laju penguatannya pada sesi kedua.
Investasi mengandung risiko. Selalu lakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.