GAPMMI: Industri Mamin Harus Adaptif terhadap Tren Gaya Hidup

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:45:31 WIB
Ketua GAPMMI Adhi S. Lukman. (Foto: NET)

JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menegaskan bahwa sektor industri makanan dan minuman wajib bersifat adaptif dalam menghadapi dinamika tren gaya hidup masyarakat masa kini.

“Pertumbuhan industri makanan dan minuman perlu didukung oleh kemampuan pelaku usaha untuk terus beradaptasi terhadap kebutuhan yang semakin berkembang,” kata Ketua GAPMMI Adhi S. Lukman dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Beliau menyatakan bahwa kemampuan para pelaku usaha untuk terus menyesuaikan diri dengan tren mutakhir, yang mencakup perubahan gaya hidup konsumen serta kemajuan teknologi, akan memperkuat ekspansi industri ini di tingkat nasional.

Merujuk pada catatan laporan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sektor industri makanan dan minuman menunjukkan angka kenaikan pertumbuhan sebesar 6,51 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang periode kuartal II tahun 2026.

Adhi menjelaskan bahwa kemajuan positif tersebut terpacu oleh bermacam-macam faktor pendukung, dengan salah satu poin utamanya adalah pergeseran pola gaya hidup serta preferensi konsumen yang kian memprioritaskan aspek kesehatan dan selektif memilih produk yang lebih higienis serta menyehatkan.

Lonjakan tren pertumbuhan ini, sambung Adhi, sekaligus memperlihatkan cakupan potensi yang amat luas serta membuka celah peluang baru bagi kalangan pebisnis industri untuk senantiasa berkreasi dan berinovasi.

Bersamaan dengan laju perkembangan sektor industri ini, kebutuhan esensial terhadap ketersediaan bahan baku, komposisi formulasi, hingga solusi yang fleksibel turut meninggi demi menopang kemajuan ekosistem dari hulu hingga hilir rantai pasok makanan dan minuman.

“Hal ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga akses terhadap sumber alternatif, inovasi, dan jaringan mitra yang lebih luas,” ujar Adhi.

Lebih lanjut, Adhi memandang bahwa kerja sama serta sinergi lintas sektor memegang peranan yang sangat penting guna mendongkrak potensi daya tumbuh industri makanan dan minuman di Indonesia secara menyeluruh.

“Oleh karena itu, dibutuhkan platform yang mempertemukan antara industri, inovator, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih adaptif dan berdaya saing,” katanya.

Salah satu sarana perantara kolaborasi strategis tersebut diwujudkan lewat perhelatan pameran Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 16–18 September 2026 bertempat di JIExpo Kemayoran dengan mengangkat tema besar “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”.

Di samping itu, guna mengoptimalkan perluasan jaringan kerja sama berskala internasional, ajang Fi Asia Indonesia 2026 turut menampilkan lebih dari 10 Country Pavilions partisipan, di mana beberapa di antaranya merupakan partisipan negara baru meliputi Kanada, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, serta Uni Eropa.

“Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah special features yang dirancang untuk memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan industri sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih relevan bagi pengunjung,” kata Regional Portfolio Director ASEAN Informa Markets, Rose Chitanuwat menambahkan.

Terkini