Airlangga Bantah Ekonomi RI Lesu: Semester I Tumbuh 5,45 Persen

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:37:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menolak anggapan bahwa perekonomian Indonesia sedang berada dalam fase lesu, sebab ekonomi nasional terpantau masih mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada angka 5,45 persen sepanjang semester pertama tahun 2026.

"Perekonomian kita sampai dengan semester I masih tumbuh 5,45 persen, dan artinya itu adalah salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Jadi ekonominya tinggi," ujar Airlangga di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis.

Berdasarkan keterangannya, berbagai indikator penunjang lain turut memperlihatkan bahwa kondisi perekonomian tanah air masih berada pada tren positif. Salah satu sinyal tersebut tercermin dari lonjakan angka penjualan kendaraan listrik selama semester I 2026.

Ia menyebutkan bahwa angka penjualan kendaraan ramah lingkungan, baik kategori hybrid maupun berbasis baterai, mengalami eskalasi drastis hingga menyentuh kisaran 80 persen apabila dikomparasikan dengan kurun waktu serupa tahun lalu.

"Kita melihat sebetulnya ekonomi kita track-nya masih berjalan dan indeks keyakinan konsumen juga masih di atas 100," jelas Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga memandang pentingnya upaya pemerintah dalam menjaga momentum ekspansi ekonomi tersebut, utamanya lewat jaminan stabilitas daya beli di tengah masyarakat.

Guna mencapai tujuan itu, pemerintah berkomitmen untuk terus mengeksekusi beragam program intervensi hingga penghujung tahun, termasuk penyaluran bantuan sosial pangan berupa beras seberat 10 kilogram yang terus berlanjut hingga Desember.

Di samping program bantuan pangan, pemerintah turut menggulirkan stimulus berupa fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) Ditanggung Pemerintah yang dialokasikan bagi para pekerja dengan ambang batas upah spesifik.

Menutup keterangannya, Airlangga menyampaikan bahwa optimisme dari sektor ritel turut merefleksikan ketahanan konsumsi domestik yang solid. Ia memaparkan bahwa pasar dalam negeri Indonesia kini semakin ekspansif dengan topangan basis produk lokal yang mendominasi.

Ia merinci bahwa dari total sekitar 800 merk komersial yang mengisi pasar domestik, kurang lebih 500 merk di antaranya merupakan hasil karya korporasi nasional.

"Jadi sebetulnya dari segi domestik market kita semakin dalam dan semakin kuat," katanya.

Terkini