Ajang YRA 2026 Dorong Periset Muda Indonesia Bersaing Global

Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:40:32 WIB
Ketua Pelaksana YRA 2026 Nurmahmudi Ismail. (Foto: NET)

JAKARTA - Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) resmi membuka pendaftaran Young Researcher Award (YRA) 2026 sebagai sarana guna memotivasi kemunculan periset muda bermutu yang siap bersaing di tingkat internasional hingga menggapai penghargaan Nobel.

Ketua Pelaksana YRA 2026 Nurmahmudi Ismail ketika menghadiri peluncuran YRA 2026 di Jakarta, hari Kamis, mengungkapkan bahwa pelaksanaan ajang ini senantiasa menunjukkan kemajuan baik, yang tampak dari bertambahnya partisipan, contohnya pada tahun 2025 yang mencatatkan 115 orang peserta.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, ajang YRA memperluas jangkauannya dengan tidak hanya menyasar para peneliti serta perekayasa saja, melainkan turut serta merangkul kalangan dosen.

"Atas dasar seperti itulah kemudian kami putuskan saat ini kami coba fokuskan kepada mereka-mereka yang dosen, mereka-mereka yang peneliti, dan mereka-mereka yang perekayasa dengan harapan tiga-tiganya itu dapat melahirkan output dan outcome yang optimal," katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sistem penilaian YRA sekarang ini lebih memprioritaskan rekam jejak (beyond the portfolio), meninjau langsung hasil kerja (output), dampak riil di masyarakat (outcome), serta pengakuan dari pihak pemanfaat ilmu pengetahuan tersebut.

Lewat ajang YRA, ia menaruh harapan agar di masa depan ada generasi muda tanah air yang sanggup meraih penghargaan Nobel mengingat semenjak tahun 1901 belum ada satupun anak bangsa yang berhasil memenangkannya.

Sekretaris Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nur Tri Aries Suestiningtyas memberikan apresiasi atas komitmen PPI yang terus konsisten mengadakan YRA hingga menginjak tahun kelima penyelenggaraannya.

Menurut pandangannya, kegiatan ini sangat sepadan dengan tema yang diangkat, yakni Bridging to the Nobel Prize, sekaligus selaras bersama inisiatif program BRIN Goes to Nobel Prize.

"Paling penting adalah bukan lagi bagaimana kami mendapatkan Nobel Prize, tapi bagaimana kami membangun ekosistem itu. Yang memungkinkan lahirnya karya-karya yang suatu hari kelak akan menjadi wakil Indonesia di panggung dunia," ujarnya.

Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Heri Kuswanto turut menegaskan bahwa YRA merupakan bentuk dukungan strategis guna membakar semangat periset muda berprestasi.

Ia juga menggarisbawahi bahwa pihak Kemdiktisaintek mengusung orientasi kementerian yang berdampak, di mana setiap penelitian yang dibiayai oleh publik wajib memberikan jalan keluar konkret bagi masyarakat.

"Jadi ini salah satu inisiasi yang menurut saya luar biasa sekali," ucap dia.

Sebagai tambahan, PPI Young Researcher Award (YRA) 2026 merupakan wadah penghargaan bergengsi yang diperuntukkan bagi para periset muda tanah air yang sukses menelurkan inovasi serta karya ilmiah dengan dampak luas di tengah masyarakat.

Terkini