Penjualan Motor Listrik Anjlok ke 19.000 Unit hingga Agustus 2026, Insentif Pemerintah Nihil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:36:00 WIB

LITERASIKEUANGAN.COM — Data Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan menunjukkan pasar roda dua listrik hanya menyerap 19.000 unit dalam delapan bulan pertama tahun ini. Angka tersebut berbanding terbalik dengan capaian 2025 yang masih mampu menembus 60.000 unit kendaraan meski masa subsidi telah berakhir.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi menyebut situasi ini sebagai ironi. Pasalnya, minat konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi sebenarnya sudah terbentuk secara mandiri sejak tahun lalu, namun kini kembali terkoreksi tajam tanpa adanya intervensi anggaran negara.

Subsidi Hapus, Daya Beli Langsung Terpukul

Efek penghentian insentif memang terasa telak. Pada 2023, suntikan dana pemerintah mendongkrak penjualan hingga sekitar 62.000 unit. Angka itu naik signifikan menjadi 77.000 unit di 2024 berkat kelanjutan skema subsidi pembelian.

"Artinya, kalau di tahun 2024 masih ada subsidi sampai dengan 77.000 unit, tapi tahun 2025 tidak ada subsidi. Tapi kami masih mencapai angka 60.000 unit," ujar Budi Setiyadi di Jakarta, Selasa (16/9).

Capaian 2025 sempat memberi optimisme bahwa pasar sudah bisa berjalan tanpa bantuan fiskal. Namun realisasi penjualan tahun ini justru berbalik arah, menunjukkan fondasi permintaan domestik yang belum cukup kokoh.

Dari Era Riset ke Komersialisasi Massal

Aismoli mencatat industri motor listrik sebenarnya sudah mengakar sejak satu dekade terakhir. Tahap awal perjalanan tersebut lebih banyak diisi kegiatan riset dan uji coba pasar ketimbang produksi massal.

"Motor listrik itu mulai diproduksi dan dipakai sejak tahun 2017. Tapi tahun 2017 mungkin masih banyak buat R&D, buat trial error, test the water, jadi masih sedikit," jelas Budi.

Periode 2023 hingga 2025 menjadi titik balik komersialisasi. Produsen mulai serius membangun rantai pasok dan jaringan dealer, didorong oleh kebijakan insentif yang kemudian dihentikan bertahap.

Produsen Diminta Cari Jurus Baru

Dengan minimnya dukungan pemerintah, para pabrikan kini dituntut lebih kreatif mencari skema penjualan alternatif. Strategi seperti bundling baterai, program tukar tambah, hingga skema sewa jangka panjang dinilai bisa menjadi penopang permintaan di tengah lemahnya daya beli.

Tanpa terobosan tersebut, pasar motor listrik domestik berisiko stagnan. Padahal ekosistem industri yang sudah dibangun selama hampir sepuluh tahun terakhir bisa kehilangan momentum di tengah dominasi kendaraan konvensional.

Terkini