Prabowo Sebut Program MBG Sangat Penting Bagi Warga Terdampak Sulit

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:46:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memegang peranan krusial, khususnya bagi kelompok masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Presiden Prabowo sebagai respons atas usulan dari Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, agar pelaksanaan program MBG terus berlanjut di daerah tersebut. 

Diskusi itu berlangsung dalam forum rapat koordinasi penanganan pascagempa bumi yang bertempat di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay, Nusa Tenggara Timur, pada hari Rabu.

"Kalau untuk orang yang mampu, satu porsi makanan itu tidak ada artinya. Tapi untuk mereka yang dalam keadaan susah, dan susahnya juga berhari-hari," ujar Presiden Prabowo yang disaksikan lewat siaran daring oleh Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Lebih lanjut, Kepala Negara menyebutkan bahwa esensi dari bantuan MBG mungkin kurang signifikan bagi kalangan berkecukupan. Kendati demikian, pasokan makanan bernutrisi secara berkala ini memberikan pengaruh nyata bagi warga prasejahtera.

Berdasarkan pengalaman masa lalunya, Presiden Prabowo sering mendengarkan kisah dari individu yang menghadapi keterbatasan ekonomi ketika kecil, seperti harus berangkat dan pulang dari sekolah dalam keadaan perut kosong.

Bertolak dari pengalaman tersebut, Presiden memandang program MBG krusial dalam menopang generasi masa kini, terkhusus kaum ibu serta anak-anak.

"Syukur dia sudah lulus, tapi sekarang yang kami mikir adalah ibu-ibu dan anak-anak, ya. Jadi MBG berperan," ucapnya.

Di samping itu, Presiden Prabowo optimistis efektivitas program ini bakal semakin optimal jika diiringi dengan stabilisasi ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa Merah Putih serta peningkatan fasilitas perkampungan nelayan.

Di sisi lain, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menyatakan dukungannya terhadap eksistensi program MBG karena telah membuktikan dampak positif secara nyata di tengah warga.

Simplisius menjelaskan bahwa dirinya sempat menjalankan pemantauan nonformal yang menggandeng para pengajar di sekolah penerima manfaat MBG, yang menunjukkan angka partisipasi siswa hadir di sekolah hampir menyentuh angka seratus persen.

"Saya minta mereka survei kehadiran siswa, nyaris 100 persen Bapak, siswa yang di mana ada jatah MBG itu nyaris 100 persen tingkat kehadirannya," tutur Simplisius.

Selain aspek pendidikan, Simplisius menambahkan bahwa MBG turut menggerakkan roda perekonomian keluarga penerima. Keterlibatan warga dalam rantai pasok penyediaan makanan memberikan tambahan pemasukan yang berdampak pada perbaikan ekonomi rumah tangga.

Ia bahkan menghubungkan stimulus ekonomi tersebut dengan tren penurunan angka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di daerah pimpinannya.

Terkini