Langkah Mitigasi Karhutla Subregional Disiapkan KLH

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:37:02 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan, bakal ada upaya pencegahan di level subregional, sebagai tanggapan atas kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah.

"Langkah ke depannya besok akan pada tindakan mitigasi. Nah, kemarin tidak sampai tindakan mitigasi, kerja sama mitigasinya masih belum. Jadi cuma saling melaporkan saja. Indonesia melakukan ini, Malaysia melakukan itu," kata Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Lewat wawancara cegat, pejabat tersebut mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi anggota Transboundary Haze Pollution Agreement, bersama sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, serta Thailand.

Perjanjian tersebut berkaitan dengan pencegahan, pengawasan, serta mitigasi kabut asap karhutla di kawasan Asia Tenggara.

Pejabat itu turut menyampaikan, sah-sah saja seandainya negara tetangga, contohnya Malaysia, memberikan tawaran untuk memadamkan api di Pulau Kalimantan.

"Kan banyak perusahaan, banyak perusahaan Malaysia juga, perusahaan Singapura, perusahaan mana-mana yang memegang sawit, pegang HTI di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan Indonesia senantiasa berkoordinasi bersama negara-negara tetangga serta mendayagunakan mekanisme ASEAN yang tersedia guna mengatasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Asia Tenggara.

“Kemlu RI berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan juga negara lain, termasuk memanfaatkan mekanisme pemantauan dan pertukaran informasi di bawah kerangka ASEAN,” ujar perwakilan kementerian tersebut.

Pihaknya mengungkapkan bahwa kerangka kerja ASEAN yang dimaksimalkan dalam hal ini ialah Kesepakatan ASEAN mengenai Polusi Kabut Asap Lintas Batas (Agreement on Transboundary Haze Pollution) yang disepakati pada tahun 2002.

Pihaknya mengemukakan bahwa Kemlu RI terus menjalin koordinasi dengan berbagai kementerian serta lembaga terkait guna melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla secara terpadu, sekaligus menekan dampaknya terhadap warga dan lingkungan di negara-negara tetangga.

Malaysia memberikan apresiasi terhadap gerak cepat Indonesia dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menyampaikan kesanggupan untuk memberikan bantuan kepada Indonesia sewaktu-waktu diperlukan.

"Malaysia mengapresiasi dan mendukung tindakan cepat pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan," kata Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Arthur Joseph Kurup, seperti dikutip dari BERNAMA di Kuala Lumpur, Selasa (25/8).

Terkini