Tips Jitu Menjaga Hasil Perawatan Klinik Agar Tetap Awet dan Maksimal

Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:23:01 WIB
Ilustrasi - Perawatan Klinik. (Foto: NET)

JAKARTA - Menjalani perawatan di klinik kecantikan memang menjadi salah satu alternatif favorit demi menjaga penampilan kulit agar senantiasa kencang serta segar. 

Berbagai prosedur estetika medis pun, contohnya injeksi stimulator kolagen, rela ditempuh demi memperoleh wajah yang diimpikan. Namun, perawatan secanggih apa pun bakal sia-sia apabila tidak dibarengi gaya hidup sehat. 

Tanpa komitmen merawat kulit secara mandiri di rumah, kolagen yang telah susah payah distimulasi lewat injeksi klinik bisa dengan cepat menyusut serta rusak kembali. Mengapa?

Pertahankan hasil perawatan di klinik kecantikan lewat gaya hidup Perawatan klinik tak hentikan proses penuaan alami Sesudah menerima injeksi stimulator kolagen, banyak pasien menganggap tugas mereka telah usai sebab kulit wajah sudah terasa semakin kencang. 

Padahal, terapi medis secanggih apa pun tidak dirancang guna membekukan waktu ataupun menghentikan siklus seluler alami pada anatomi manusia.

"Dan sudah pasti itu yang namanya collagen stimulator, setelah disuntikkan, dia tidak menghentikan penuaan. Penuaan itu tetap berjalan sesuai dengan detiknya."

Hal tersebut disampaikan oleh pendiri Dermaluxe Aesthetic & Laser Center, dr. Elfin, M. Biomed (AAM) di dalam konferensi pers Nordberg Medical Indonesia bertajuk "Regenerative Medical Aesthetic Outlook 2026" di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Penurunan mutu kolagen di dalam kulit sebenarnya bakal terus berlangsung. Hal ini amat dipengaruhi oleh beragam kebiasaan serta faktor lingkungan yang dihadapi setiap hari.

“Berbagai macam faktor ya. Oleh gaya hidup, nutrisi kami, kemudian stres juga, tidur, paparan matahari, polusi, macam-macam faktornya,” tutur pendiri Miracle Aesthetic Clinic and Miracle Academy, dr. Lanny Juniarti, Dipl.AAAM.

Kebiasaan buruk yang bisa merusak struktur kolagen Oleh sebab itu, perawatan estetika di klinik wajib diimbangi komitmen untuk menjauhi kebiasaan buruk. Pasalnya, terdapat beberapa gaya hidup yang terbukti mampu merusak struktur kolagen.

“Hindari segala sesuatu hal yang bisa merusak kolagen. Hal-hal yang sudah diketahui khalayak ramai seperti ya smoking, dan juga udah pasti alkohol. Alkohol itu sangat memicu kolagen denaturasi atau menghancurkan kolagen,” ucap dr. Elfin.

Di samping kebiasaan buruk, kondisi kesehatan tertentu pun bisa memicu hilangnya volume wajah secara drastis, yang terkadang berada di luar kendali perawatan kecantikan.

“Contoh lah, misal kata di usia tertentu dia terkena diabetes. Diabetes massal atrofi, maka kolagennya juga pasti drop down,” imbuh dia.

Apabila fondasi gaya hidup sehat ini tidak dijalankan secara disiplin, injeksi stimulator kolagen yang telah dikerjakan dokter tentu tidak bakal bertahan lama. 

“Ibarat orang mau me-maintain berat badan tapi pola makannya kacau balau ya percuma aja. Mau di-treatment untuk weight loss juga tidak mencapai goal,” papar pendiri Dermaluxe Aesthetic & Laser Center, dr. Jeffri Purnomo Setiawan, Dipl.AAAM.

Pentingnya sunscreen untuk melindungi skin barrier Di samping mengatur asupan makanan serta menjauhi kebiasaan buruk, pemakaian produk perawatan kulit harian juga memegang peranan penting demi menjaga hasil perawatan dari klinik. Akan tetapi, pastikan produk yang dipakai sudah tepat.

Penggunaan sunscreen turut menjadi langkah wajib demi mencegah kerusakan sel kulit akibat paparan sinar matahari serta lingkungan sekitar.

“Kalau menurut saya, sunscreen mencegah stres oksidatif ya, dan radikal bebas juga. Itu sangat amat melindungi kulit kami,” kata dr. Elfin.

Kondisi lapisan terluar kulit atau skin barrier sangat menentukan seberapa kuat kolagen di dalam tubuh sanggup bertahan dari gempuran radikal bebas.

“Jadi kalau barrier kami bagus, bawah-bawahnya ya bagus. Tapi kalau atasnya sudah tidak kami proteksi, ya kacau balau jadinya,” ungkap dr. Elfin.

Sempurnakan hasil perawatan dengan bahan yang tepat Memilih skincare pun tidak boleh sembarangan. Anda harus menyesuaikannya dengan target serta kondisi kulit masing-masing. 

Ketika kulit mulai memerlukan perawatan ekstra guna memperbaiki tekstur sekaligus mencegah penuaan, produk dasar saja tidak memadai. 

Anda perlu menyisipkan bahan aktif yang tepat ke dalam rutinitas kecantikan. Kombinasi yang pas antara pelindung lapisan kulit serta bahan peremajaan inilah yang bakal membuat hasil perawatan klinik kian awet dan maksimal.

Terkini