Produktivitas Padi Dairi Naik 2 Lipat Didorong Pupuk Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:21:01 WIB
Dari gudang pupuk hingga sawah, produktivitas pertanian terus didorong [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) sukses memacu produktivitas tanaman padi di Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara hingga menyentuh angka 12,3 ton per hektar, atau melonjak dua kali lipat jika dibandingkan capaian sebelumnya yang berada di kisaran 6 ton per hektar.

Lonjakan produktivitas tersebut terealisasi di area lahan demplot milik Pupuk Indonesia yang bersinergi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Dairi.

“Keberhasilan demplot ini diharapkan dapat membangkitkan kembali kepercayaan diri para petani untuk kembali mengolah sawah setelah sebelumnya sempat lesu akibat penurunan hasil panen yang drastis,” demikian ungkap Assistant Officer Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Hendra Sagita.

Hendra menerangkan bahwa angka produktivitas padi yang mencapai 12,3 ton per hektar tersebut diraih lewat kalkulasi transparan melalui pengambilan sampel ubinan secara terpadu bersama Pupuk Indonesia, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta komunitas petani setempat agar hasil panen dapat terukur secara objektif.

Lebih lanjut ia menguraikan bahwa kenaikan hasil panen ini tidak lepas dari praktik pengolahan lahan yang pas, skema pemupukan terukur dan berimbang, hingga pemberian pendampingan intensif dari Pupuk Indonesia selama kurun musim tanam.

“Keberhasilan demplot diharapkan menjadi pemicu bagi petani di Kabupaten Dairi untuk mengoptimalkan lahan persawahan. Dengan peningkatan produktivitas dan penerapan budidaya yang tepat, upaya mengembalikan Dairi sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera Utara diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap,” tambahnya.

Capaian peningkatan produktivitas padi tersebut menuai respons positif dari Kepala Bidang DKPP Kabupaten Dairi, Sukaedah Angkat. Menurutnya, hasil di lahan demplot membuktikan bahwa tata kelola lahan serta alokasi pemupukan yang presisi mampu mendongkrak hasil panen secara nyata.

Di samping itu, ia menyampaikan bahwa pembenahan kualitas tanah menjadi faktor kunci sebelum para petani memulai tahapan masa tanam. Atas dasar itu, pihaknya mengimbau petani untuk memanfaatkan pupuk organik dan kapur pertanian.

“Langkah ini penting untuk memperbaiki pH tanah agar penyerapan unsur hara berjalan maksimal, dengan penerapan metode ini kami optimistis dapat mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan,” kata Sukaedah.

Terkini