Mendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Lewat Campuspreneur

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:57:01 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong para mahasiswa untuk mulai merintis usaha serta menjajal peluang sebagai eksportir.

Saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Jawa Tengah pada Kamis (20/8), ia berharap semakin banyak mahasiswa yang tergerak untuk berwirausaha serta mendalami seluk-beluk perdagangan internasional.

"Kami ingin adik-adik setelah lulus tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan. Bahkan, kami ingin adik-adik belajar menjadi eksportir ketika masih kuliah, sehingga ketika lulus nanti bisa menjadi eksportir yang siap," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Ia lantas mengenalkan salah satu program besutan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bernama Campuspreneur, yang memacu mahasiswa guna belajar menjadi pelaku wirausaha dan eksportir.

Menurutnya, perguruan tinggi sanggup menjadi tempat yang sangat penting dalam menggembleng mahasiswa untuk berwirausaha hingga mencetak produk berpotensi ekspor. Untuk itu, Kemendag membuka pintu lebar-lebar bagi kampus yang berniat bergabung dalam program Campuspreneur.

Kemendag siap menindaklanjuti potensi wirausahawan dari lingkungan perguruan tinggi dengan menyalurkan pelatihan serta membuka akses komunikasi kepada calon pembeli dari pasar mancanegara. Mahasiswa yang terlibat dalam pembekalan program ini dapat menimba ilmu mengenai penyiapan produk berkualitas, pemahaman kebutuhan pasar, hingga cara berinteraksi dengan calon pembeli dari luar negeri.

Di samping membeberkan peluang ekspor dari lingkungan kampus lewat Campuspreneur, Kemendag juga menyediakan kesempatan magang buat mahasiswa di kantor perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di luar negeri.

Lewat program itu, mahasiswa sanggup belajar berburu calon pembeli sekaligus memahami karakteristik pasar negara tujuan ekspor dalam iklim bisnis yang sebenarnya.

"Kami persilakan mahasiswa belajar mencari calon pembeli dengan cara magang di kantor perwakilan perdagangan," katanya.

Lebih jauh, Budi memaparkan, Kemendag turut mengoperasikan program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).

Program tersebut terus dioptimalkan lewat penjajakan kerja sama bisnis (business matching) antara pelaku usaha nasional dan calon pembeli luar negeri. Sebagian besar business matching digelar secara daring tanpa tatap muka langsung.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, UMKM BISA Ekspor berhasil mencatatkan pesanan pembelian serta potensi nilai transaksi hingga kisaran 333,68 juta dolar AS. Lewat pemanfaatan teknologi pertemuan virtual, UMKM BISA Ekspor sanggup menjadi salah satu gerbang utama bagi UMKM Indonesia guna menembus pasar internasional.

Terkini