RI Raih Swasembada Pangan, Siap Ekspor Beras hingga 1 Juta Ton

Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:16:31 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum yang sangat krusial bagi ketahanan pangan nasional, seiring dengan adanya klaim pencapaian status swasembada pangan yang terealisasi jauh lebih cepat daripada target awal pemerintah. Bahkan, saat ini Indonesia telah bersiap untuk membuka kran ekspor beras hingga mencapai 1 juta ton ke pasar global.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi bahwa status swasembada pangan tersebut berhasil diraih hanya dalam kurun waktu satu tahun, yang secara signifikan memangkas target awal pemerintah selama empat tahun.

“Kado ulang tahun dari kami untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target 4 tahun menjadi 1 tahun. Kado ulang tahun kedua, kemarin Alhamdulillah kami mengekspor beras ke negara lain,” tegas Amran pada upacara HUT ke-81 RI, dikutip Selasa (18/8/2026).

Amran merinci, pengiriman beras tahap awal sebanyak 1.000 ton dijadwalkan akan meluncur pada pekan ini. Pemerintah menargetkan peluang ekspansi ekspor mulai dari 200.000 ton hingga menyentuh angka 1 juta ton. Pencapaian ini dinilai menjadi benteng pertahanan strategis bagi Indonesia di tengah eskalasi konflik geopolitik serta krisis energi yang melanda dunia saat ini.

"Alhamdulillah di saat krisis melanda belahan dunia, Indonesia surplus swasembada bahkan ekspor beras ke negara lain," tambahnya.

Ia menegaskan keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang kuat, meliputi unsur TNI, Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, hingga para penyuluh lapangan, yang bergerak berdasarkan gagasan besar dari Presiden RI.

Keberhasilan swasembada beras ini berdampak linier terhadap indikator kesejahteraan para petani. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat mampu menembus rekor tertinggi dalam kurun waktu 25 tahun, sementara tingkat kesejahteraan petani secara umum menyentuh posisi terbaik dalam 34 tahun terakhir.

Dari sisi neraca perdagangan pangan, nilai ekspor berhasil terkatrol hingga Rp166 triliun dan angka impor mampu ditekan hingga Rp41 triliun, sehingga secara keseluruhan menghasilkan nilai tambah ekonomi yang mencapai Rp200 triliun.

Kendati demikian, pihak Bapanas mencatat bahwa pekerjaan rumah di sektor pangan belum sepenuhnya rampung. Dari total 11 komoditas utama, pemerintah masih harus terus memacu produksi untuk tiga komoditas yang belum mandiri, yaitu bawang putih, kedelai, serta daging dan susu.

“Kami yakin kalau kami kolaborasi, kami kompak, pasti ini bisa kami capai. Moga-moga 3–5 tahun ini bisa jadi kenyataan,” kata Amran.

Adapun dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI tersebut, pihak Bapanas turut menyerahkan penghargaan Anugerah ASN Pangan Terbaik 2026 bagi para pegawai kategori PNS dan PPPK atas kontribusi mereka dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Terkini