Khusus 17 Agustus, Khofifah Indar Parawansa Bebaskan Biaya Trans Jatim

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:21:01 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: NET)

JAKARTA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggratiskan ongkos Trans Jatim di seluruh koridor pada Senin (17/8/2026). Kebijakan itu diberikan sebagai hadiah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). 

Layanan cuma-cuma tersebut berlaku selama sehari penuh bagi seluruh koridor Trans Jatim di kawasan Gerbangkertasusila serta Malang Raya. Akan tetapi, aturan ini tidak berlaku bagi layanan Trans Jatim Luxury. 

“Silakan manfaatkan Trans Jatim secara gratis di seluruh koridor Gerbangkertasusila dan Malang Raya, kecuali Trans Jatim Luxury,” kata Khofifah di Surabaya, Sabtu (15/8/2026).

Khofifah mengharapkan fasilitas cuma-cuma tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang memakai angkutan umum pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. 

Menurutnya, kemerdekaan tidak sekadar dimaknai dengan mengenang serta menghormati perjuangan para pahlawan, melainkan juga lewat pelayanan yang membawa dampak bagi warga. 

“Kemerdekaan harus bisa kami rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui kemudahan masyarakat untuk bergerak, menjangkau berbagai aktivitas dan terhubung satu sama lain,” tuturnya.

Khofifah menyatakan, angkutan publik memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain. Angkutan publik menjadi jalan masuk warga menuju tempat bekerja, sekolah dan perguruan tinggi, sentra pelayanan publik, sentra ekonomi, hingga ruang-ruang sosial. 

“Di setiap perjalanan ada aktivitas ekonomi, pendidikan, pekerjaan dan perjumpaan antarmasyarakat. Maka ketika akses mobilitas semakin mudah, sesungguhnya kami juga sedang membuka semakin banyak peluang bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan pengembangan angkutan publik pun menjadi bagian dari usaha membangun mobilitas warga yang kian berkelanjutan. Trans Jatim diproyeksikan tidak hanya menyediakan opsi transportasi bagi masyarakat, melainkan pula berfungsi sebagai penghubung kegiatan sosial serta ekonomi antarwilayah. 

“Ketika konektivitas semakin baik, akses masyarakat terhadap pendidikan, pekerjaan maupun pusat-pusat ekonomi juga semakin terbuka. Inilah salah satu bentuk bagaimana pembangunan transportasi publik memberikan dampak terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Terkini