Alasan Danantara Pilih Jakarta dan Bali Jadi Lokasi Utama PFII 2027

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:28:31 WIB
Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia membeberkan alasan di balik pemilihan Jakarta dan Bali sebagai lokasi awal pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa pemilihan Jakarta dan Bali didasarkan pada kesiapan infrastruktur serta daya tarik ekosistem bisnis dan pariwisata yang sudah dikenal secara internasional.

Untuk diketahui, pembentukan PFII merupakan bagian dari amanat UU No. 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) guna menarik minat investor global dan pengelola kekayaan ke Tanah Air.

“Kami sekarang untuk sementara ini agar ini bisa berjalan rencananya ada di Jakarta dulu kemudian ada di Bali. Karena sekarang kami sedang menyiapkan bersama-sama dengan Pak Menteri Keuangan,” ujar Rosan dalam konferensi pers RAPBN 2027 dan Nota Keuangan, Jumat (14/8/2026).

Dalam proyek strategis nasional ini, Danantara mengambil peran sebagai pengembang utama infrastruktur fisik, mulai dari penyediaan gedung hingga sarana pendukung kawasan keuangan internasional tersebut. 

Selain itu, respons dari calon investor internasional dinilai positif. Hal itu terbukti dari tingginya antusiasme saat forum sosialisasi yang digelar di Bali.

“Kami sudah sempat mengadakan acara dengan mereka di Bali. Kami undang ada 70 itu kapasitas, tetapi yang datang sampai 110 [family office] dan responsnya boleh saya sampaikan sebetulnya sangat positif," ujar Rosan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah telah menentukan lokasi sementara PFII di Jakarta, serta membuka ruang perluasan ke Bali dan wilayah lainnya guna menarik dana-dana besar dari investor global. 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Negara dalam Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“PFII ini akan menjadi wajah baru pusat-pusat keuangan kami. Jakarta dan mungkin Bali sebagai pusat keuangan, investasi, teknologi finansial, arbitrase, dan penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia,” ujar Presiden Prabowo.

Terkini