JAKARTA - Danantara Indonesia menegaskan jangkauan pemantauan pengapalan sumber daya alam yang dijalankan oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) bakal segera diperlebar ke beragam komoditas strategis lainnya.
Pemimpin Tertinggi Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pemantauan pengapalan oleh DSI ke depannya bakal jauh lebih menyeluruh daripada yang saat ini dibatasi pada tiga komoditas utama, yaitu batu bara, kelapa sawit (crude palm oil/CPO), serta ferro alloy.
"Nantinya pasti ada [perluasan], nantinya pasti ada. Ya kan sekarang ini baru tiga dulu," ujar Rosan di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (14/8/2026).
Rosan memaparkan bahwa ketiga jenis komoditas tersebut diutamakan pada fase awal karena mempunyai proporsi serta angka pemasukan ekspor yang sangat signifikan.
Dirinya menyatakan angka ekspor batu bara terdata mencapai sekitar US$30 miliar, disusul CPO beserta barang turunannya sebanyak US$20 miliar hingga US$24 miliar.
Rosan menganggap pemantauan melalui DSI bakal menekan perilaku under invoicing serta transfer pricing. Lewat penyatuan data realtime, nominal deklarasi yang disampaikan eksportir dipastikan menyesuaikan nilai indeks pasar dunia.
“Sekarang kami sudah bekerja sama dengan Bea Cukai. Ini semua kami sudah langsung berjalan mendeteksi, terus terang mungkin sekarang baru 60% karena integrasi sistem memang takes time. Namun, dari situ saja kami sudah bisa menangkap angka volume dan harga dengan baik,” pungkas Rosan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membeberkan sistem pemantauan DSI telah menemukan potensi pemasukan hingga US$5 miliar dari hasil pembetulan selisih nominal dan penyesuaian pelunasan Devisa Hasil Ekspor (DHE).
“DSI telah menemukan potensi tambahan US$5 miliar hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga, dari pembayaran devisa hasil ekspor," kata Prabowo dalam pidato kenegaraan di DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, potensi tambahan tersebut didapatkan melalui alur pengawasan terhadap aktivitas ekspor. Pemerintah akan memperlebar tata kelola serta pengawasan ekspor komoditas melalui DSI.
“Bayangkan jika dalam waktu yang akan datang semua ekspor komoditas kami akan dimonitor dan dikelola oleh DSI, berapa peningkatan hasil yang akan masuk negara,” ucap Kepala Negara.