JAKARTA - Menetapkan jenis rona warna kulit (skin tone) serta warna dasar kulit (undertone) terkadang menghadirkan kebingungan tersendiri, terkhusus bagi kalangan pemilik kulit zaitun atau olive skin. Warna kulit jenis ini kerap kali disamakan begitu saja dengan rona kulit medium, padahal faktanya olive skin mempunyai karakteristik khasnya tersendiri.
Para pemilik olive skin pun kerap kali dibuat kesulitan dalam memastikan apakah diri mereka tergolong ke dalam kategori warna dasar dingin (cool tone), warna dasar hangat (warm tone), ataupun warna dasar netral (neutral tone). Padahal, pemahaman yang akurat mengenai undertone ini mampu mempermudah proses pemilihan busana, warna rambut, hingga produk kosmetik makeup agar jauh lebih serasi.
Apa Itu Olive Skin?
Disadur melalui laman IPSY, seorang pakar analisis warna sekaligus perias profesional bernama Bethany Brenneman menerangkan bahwa olive skin menyimpan bias atau semburat warna kehijauan pada lapisan terluar permukaannya.
“Warna kulit zaitun adalah warna kulit yang memiliki sedikit semburat hijau zaitun pada permukaannya,” kata Brenneman.
Menurut pandangannya, karakteristik rona tersebut dapat dijumpai pada tingkatan level kecerahan kulit yang beragam, mulai dari kategori olive skin yang cerah hingga yang bernuansa gelap.
Kendati demikian, bukan berarti kulit zaitun ini benar-benar mempunyai elemen warna dasar murni hijau secara utuh.
Seorang analis warna serta penata gaya privat bernama Brooke Ann mengungkapkan bahwa olive merupakan corak permukaan kulit yang langsung tampak kasat mata ketika seseorang mengamatinya untuk kali pertama.
"Karakteristik tersebut membuat olive skin terkadang sulit dicocokkan dengan kategori warna kulit yang umum digunakan," ujar Ann.
Lebih Sering Masuk Kategori Cool Tone
Secara umum, mayoritas olive skin lebih sering dikelompokkan ke dalam kategori cool tone. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa tidak semua pemilik kulit zaitun otomatis mempunyai tingkat undertone yang seragam.
Sebagian individu berpemilik olive skin nyatanya juga dapat memiliki kategori neutral undertone ataupun justru warm undertone.
“Sekitar 90 persen (orang dengan kulit zaitun) cenderung memiliki warna dasar dingin,” kata Brenneman.
Meskipun demikian, presentase angka tersebut bukanlah patokan mutlak yang bersifat kaku untuk memastikan undertone setiap orang. Salah satu metode paling praktis guna mengenalinya adalah dengan memperhatikan rona warna pembuluh nadi di area pergelangan tangan.
“Warna dasar dingin memiliki sedikit warna biru, sedangkan warna dasar hangat memiliki sedikit warna kuning,” tutur Ann.
Apabila pembuluh darah terlihat memantulkan rona yang lebih kebiruan, besar kemungkinan Anda mempunyai kategori cool undertone. Sebaliknya, jika tampaknya lebih mengarah ke kehijauan atau kekuningan, maka Anda berpotensi memiliki warm undertone.
Untuk pemilik neutral undertone, rona warna pembuluh darahnya lazimnya susah dibedakan karena tampak berpadu antara bias warna biru dan hijau sekaligus.
Warna yang Cocok untuk Olive Skin
Selepas mengenali jenis undertone yang dimiliki, para pemilik olive skin bisa jauh lebih leluasa menetapkan ragam palet warna busana yang paling pas.
Bagi jenis olive skin dengan kecenderungan cool tone, pilihan rona warna dingin seperti abu-abu, taupe, mauve, berry, serta warna perak sangat ideal untuk diandalkan.
Rona-rona warna tersebut dinilai mampu berpadu harmonis dengan karakter asli kulit tanpa sampai membuat rona wajah tampak kusam.
Pilihan warna pun tidak harus selalu yang mencolok. Ragam palet pastel yang mengusung nuansa dingin juga dapat dijadikan alternatif pilihan menarik.
Di ranah aplikasi makeup, palet warna dingin tersebut dapat diaplikasikan khususnya untuk sektor perona mata dan bibir.
Sementara itu, untuk produk alas bedak seperti foundation, concealer, dan bronzer, proses pencocokan rona warna tetap wajib dijalankan langsung pada kulit sebab setiap individu mempunyai karakter kulit yang unik.
Hindari Warna yang Terlalu Hangat
Para pemilik olive skin berjenis cool undertone juga diimbau agar lebih cermat memperhatikan penggunaan warna-warna yang terlampau hangat.
Nuansa cokelat, koral, warna-warna tanah (earth tone), serta warna emas diklaim sanggup menjadikan rona kulit tampak kusam pada sebagian pemilik cool olive skin.
Paparan warna hangat yang terlalu pekat juga berisiko memantik kemunculan semburat kehijauan pada kulit menjadi semakin kentara, sehingga wajah berpotensi terlihat lebih pucat.
Walau demikian, bukan berarti para pemilik olive skin harus secara mutlak menghindari seluruh warna-warna tersebut. Komposisi pilihan warna tetap bisa dikompromikan dengan menyesuaikan pada undertone, rona rambut, serta warna mata masing-masing individu.
Apabila Anda masih menemui kendala dalam menentukan jenis undertone, menjadwalkan sesi konsultasi bersama ahli analisis warna profesional bisa menjadi solusi tepat.
Menurut keterangan Ann, proses penentuan undertone memang tergolong cukup membingungkan apabila dilakukan secara mandiri seorang diri.
Melakukan konsultasi bersama konsultan warna profesional diyakini mampu membantu menemukan kombinasi warna pakaian serta riasan makeup yang paling proporsional.
Dengan mengenali spesifikasi karakteristik olive skin serta undertone-nya secara tepat, proses pemilihan ragam palet warna pun bakal menjadi jauh lebih mudah dan akurat.