JAKARTA - Setiap orang tua tentu mendambakan anaknya tumbuh sehat dan tak gampang terjangkit penyakit. Kendati demikian, sewaktu musim penyakit tiba, sebagian anak cenderung lebih sering jatuh sakit dibanding anak-anak lainnya.
Anak yang jarang mengalami sakit sejatinya tidak hanya mengandalkan faktor keberuntungan semata. Terdapat deretan kebiasaan serta kondisi lingkungan yang dapat memperkokoh sistem imunitas anak. Lantas, apa saja kebiasaan yang lazim diterapkan oleh anak dengan daya tahan tubuh yang kuat?
8 Kebiasaan Anak Sehat Agar Tak Mudah Sakit
Mendapat awal kehidupan yang sehat
Sistem imun bayi masih berada dalam tahap pertumbuhan saat baru lahir sehingga mereka lebih rentan diserang infeksi. Dokter anak Adrea Theodore memaparkan bahwa pemberian ASI menyalurkan antibodi yang bermanfaat melindungi bayi sewaktu daya tahan tubuhnya berkembang.
“ASI mengandung antibodi dari ibu yang melindungi anak ketika sistem kekebalan tubuhnya sedang berkembang,” kata Theodore, seperti disadur Parents, Senin (10/6/2026).
Akan tetapi, untuk keluarga yang tidak dapat menyalurkan ASI, fokus dapat ditujukan pada asupan makanan yang menyokong kesehatan pencernaan. Ahli gizi Laura Iu menyarankan konsumsi sajian kaya probiotik layaknya yoghurt, kefir, miso, atau pangan terfermentasi lainnya.
Konsisten melakukan pencegahan penyakit
Anak yang sehat terbiasa mempraktikkan langkah pencegahan secara disiplin, seperti mencuci tangan memakai tata cara yang benar, khususnya selepas dari toilet dan sebelum menyantap makanan.
“Memastikan anak mencuci tangan dan memiliki kebersihan kamar mandi yang baik juga dapat membantu mengurangi penyebaran infeksi,” ujar Theodore.
Kebiasaan simpel tersebut bernilai krusial lantaran permukaan tangan dapat menjadi sarana persebaran virus maupun bakteri.
Mendapat vaksinasi sesuai anjuran
Imunisasi menjadi salah satu perisai penting bagi anak, terutamanya sewaktu sistem imunnya belum matang sepenuhnya.
“Vaksinasi sangat penting terutama bagi bayi dan anak kecil karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sepenuhnya dibandingkan orang dewasa,” ucap Dokter dari Phoenix Children’s, Cindy Bauer.
Menurut pandangannya, tanpa imunisasi, beberapa jenis infeksi bisa memicu penyakit serius hingga mengancam keselamatan jiwa.
Mengonsumsi makanan bergizi
Asupan gizi yang beraneka ragam membantu mencukupi kebutuhan fisik anak. Bauer mengutarakan bahwa anak dengan imun tubuh yang kuat umumnya mengonsumsi variasi sajian bernutrisi, termasuk buah-buahan dan sayuran.
Pendiri Laura Iu Nutrition di Kota New York, Laura Iu, menyarankan orang tua untuk menyediakan buah yang telah dicuci serta dipotong pada area yang gampang dijangkau oleh anak. Melalui cara ini, anak menjadi lebih mudah memilih santapan sehat secara mandiri.
Mendapatkan tidur yang cukup
Tidur bukan sekadar waktu untuk mengistirahatkan tubuh. Menurut Iu, fisik manusia melepaskan hormon pertumbuhan, merakit sel-sel baru, dan memproduksi protein yang berguna menangkal infeksi semasa tidur.
“Menjaga waktu tidur yang teratur merupakan salah satu cara paling sederhana untuk mendukung sistem kekebalan tubuh anak,” imbau Iu.
Para orang tua pun dianjurkan membatasi durasi penggunaan layar (screen time), utamanya saat mendekati jam tidur, demi menjaga kualitas istirahat buah hati.
Tinggal di lingkungan dengan udara yang sehat
Lingkungan tumbuh kembang anak turut memengaruhi derajat kesehatannya. Bauer menuturkan, anak dengan imunitas kokoh cenderung beraktivitas di lingkungan berudara bersih dan minim keterpaparan stres. Orang tua dapat memulainya lewat langkah membebaskan anak dari asap rokok serta meminimalisasi sumber polusi udara di dalam rumah.
Mendapat paparan mikroba yang aman
Atmosfer tempat tinggal yang terlampau steril rupanya bukan satu-satunya jalan memelihara kesehatan anak. Bauer merincikan bahwa paparan mikroba tertentu secara aman justru dapat menunjang perkembangan sistem kekebalan tubuh.
“Beberapa penelitian menunjukkan paparan terhadap hewan peliharaan seperti kucing atau anjing pada masa awal kehidupan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan bahkan membantu mencegah alergi,” terang dia.
Tumbuh dalam rumah yang aman dan penuh dukungan
Tekanan stres kronis juga dapat menurunkan tingkat kesehatan anak. Oleh karena itu, suasana rumah yang aman dan suportif memegang peranan krusial untuk menopang ketahanan imun.
Theodore menyarankan agar orang tua rutin mengecek kondisi mental anak, terlebih bilamana timbul kendala di sekolah.
“Orangtua sebaiknya mencari cara untuk memeriksa kondisi anak, mengetahui apakah mereka memiliki masalah atau kekhawatiran, dan melihat bagaimana mereka dapat membantu,” pungkas dia.
Berkat kepedulian tersebut, anak memperoleh ruang yang lebih aman untuk mengelola beban pikiran sekaligus mempertahankan kesehatan fisiknya.