Tingkatkan Layanan Kesehatan Lapas, Kemenimipas Gandeng Kemenkes

Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57:31 WIB
Menteri Imipas Agus Andrianto berbincang dengan Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna memperkuat kapasitas fasilitas kesehatan di klinik lapas maupun rutan demi menyokong program penanggulangan katarak serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk warga binaan beserta masyarakat luas.

Menteri Imipas Agus Andrianto mengungkapkan bahwasanya kerja sama ini merupakan inovasi yang menghadirkan dampak positif bagi publik.

"Sinergi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan sekaligus wujud komitmen nyata kami bersama dalam menyukseskan program prioritas pemerintah terkait penyediaan fasilitas kesehatan gratis bagi masyarakat," kata Agus saat meninjau pemeriksaan katarak dan CKG di RSU Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Kemenimipas menggandeng Kemenkes serta pihak swasta menggelar pemeriksaan katarak dan CKG di RSU Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta, dalam rangka merayakan HUT Ke-81 RI.

Agenda yang menargetkan 81 warga umum, 81 warga binaan, serta jajaran petugas pemasyarakatan se-DKI Jakarta tersebut juga diikuti oleh Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.

Pada kesempatan itu, Agus menegaskan bahwa kolaborasi antarkementerian ini bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan terobosan besar yang membawa kemanfaatan nyata bagi masyarakat.

Agus menambahkan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara konsisten menggelar CKG bagi para warga binaan setiap bulan sejak dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Demi mengoptimalkan program CKG hingga dapat menjangkau masyarakat sekitar, Kemenimipas telah melayangkan surat resmi kepada Kemenkes guna mengajukan penambahan sarana pelayanan.

"Oleh karena itu, Pak Wamen berserta Ibu Dirjen, kami kemarin buat surat untuk minta supaya klinik-klinik kami yang ada di lapas dan rutan ini ditambah fasilitas kesehatannya sehingga kami bukan hanya bisa memberikan pelayanan kepada warga pembinaan pemasyarakatan, namun juga bisa memberikan pelayanan kepada warga sekitar yang ada di lapas dan rutan seluruh Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, Wamenkes menganggap agenda pemeriksaan katarak serta CKG yang diinisiasi Kemenimipas amat selaras dalam menyokong program kerja Kemenkes.

Menurutnya, pengujian katarak dan CKG sangat krusial untuk dilaksanakan. "Dengan pemeriksaan katarak, lesan mata yang rusak diganti, seseorang bisa melihat lagi sehingga aktivitas hidup kembali berjalan," katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan CKG berperan vital untuk mendongkrak kualitas hidup masyarakat Indonesia. "Karena melihat kebiasaan orang Indonesia kalau tidak sakit tidak mau ke rumah sakit. Sementara, Presiden menginginkan masyarakat Indonesia berusia 65 tahun tetap sehat," kata Benjamin.

Menurutnya, melalui CKG dapat terdeteksi apakah seseorang mengidap hipertensi atau tidak, mengingat hipertensi menjadi pemicu awal timbulnya berbagai penyakit lain seperti stroke, gagal ginjal, diabetes, hingga jantung.

"Saya mengusulkan CKG yang hari ini kami lakukan disini, kenapa? Karena hipertensi dan diabetes ini tidak ada keluhannya Jadi penyebab stroke, penyebab cuci darah, ginjal jebol, penyebab serangan jantung, ini karena punya hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol," ujarnya.

Benjamin berharap lewat pelaksanaan CKG, angka masyarakat yang jatuh sakit dapat ditekan. Hingga kini, ia menyebut Kemenkes sudah memberikan layanan CKG kepada 73,4 juta warga Indonesia.

"Tujuan kami agar masyarakat Indonesia di usia produktif dari 19 tahun sampai 59 tahun jangan sakit," ujarnya.

Terkini