Kuartal Terbaru, Penjualan Nintendo Switch 2 Anjlok 34,4 Persen

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:30:02 WIB
Ilustrasi Nintendo Switch 2 [FOTO: NET].

JAKARTA - Perangkat konsol Nintendo Switch 2 terdata berhasil dipasarkan hingga 3,82 juta unit pada periode kuartal terkini, angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 34,4 persen ketimbang periode serupa pada tahun lampau.

Disadur dari pemberitaan Engadget pada Kamis (6/8) waktu setempat, kemerosotan angka penjualan ini berlangsung mendekati momen penyesuaian kenaikan harga Switch 2 di kawasan Amerika Serikat yang berlaku efektif mulai 1 September 2026. Banderol konsol tersebut dilaporkan melonjak dari 450 dolar AS (Rp8 juta) menjadi 500 dolar AS (Rp8,6 juta).

Walau demikian, pihak Nintendo memandang pencapaian niaga Nintendo Switch 2 belum masuk taraf meresahkan lantaran antusiasme publik atas konsol tersebut masih tergolong tinggi yang dipicu oleh hadirnya deretan gim teranyar.

"Meski volume penjualan Switch 2 menurun, banyak konsumen tetap mengadopsi sistem ini, didorong oleh peluncuran judul-judul baru dan faktor lainnya," kata Nintendo.

Secara akumulatif, total niaga Switch 2 sampai saat ini telah menyentuh angka 23,68 juta unit dan masih unggul melampaui ritme penjualan konsol Switch generasi awal pada kurun waktu yang sama.

Di tengah tekanan penurunan tersebut, Nintendo menegaskan tetap memegang teguh target niaga Switch 2 di angka 16,5 juta unit untuk tahun fiskal 2027 yang akan ditutup pada Maret mendatang. Pada kurun tahun fiskal terdahulu, entitas gim terkemuka asal Jepang itu membukukan angka penjualan Switch 2 mencapai 19,86 juta unit.

Di sisi lain, Nintendo sukses mencetak angka pendapatan yang melampaui proyeksi semula berkat tingginya angka penjualan gim serta adanya restitusi atau pengembalian dana seputar tarif impor di kawasan Amerika Serikat yang bernilai 300 juta dolar AS (Rp5,3 triliun).

Tingkat penjualan perangkat lunak milik Switch 2 pun tercatat mengalami peningkatan dibanding kurun waktu serupa pada tahun lalu. Judul gim "Tomodachi Life: Living the Dream" tampil sebagai kontributor utama lewat raihan penjualan hingga 7,96 juta kopi dalam kurun tiga bulan perdana pasca mengudara.

Tajuk gim lain yang turut menyumbang angka penjualan fantastis di antaranya "Pokémon Pokopia" yang laku hingga 1,27 juta kopi di luar wilayah Jepang, beserta "Mario Kart World" serta "Donkey Kong Bonanza".

Manajemen Nintendo turut mengestimasi bahwa lonjakan harga suku cadang, terkhusus pada sektor memori, serta dampak dari kebijakan tarif impor akan memperbesar beban biaya penjualan mencapai kisaran 100 miliar yen atau setara Rp11,3 miliar.

Sementara itu, menyeberang dari lini bisnis gim, Nintendo membeberkan bahwa karya layar lebar "The Super Mario Galaxy Movie" berhasil meraup pemasukan secara global menembus angka 1 miliar dolar AS (Rp17,9 triliun) sejak tayang perdana pada April 2026, yang menempatkannya sebagai sinema alih wahana gim terlaris kedua sepanjang sejarah seusai film Super Mario terdahulu, "The Super Mario Bros. Movie".

Terkini