IHSG Menguat Hari Ini Saat Investor Cermati Sentimen Global dan Domestik

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:04:32 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ini melangkah naik di tengah para pelaku pasar mengamati dinamika dari ranah global maupun internal.

IHSG mengawali perdagangan dengan kenaikan sebesar 8,67 poin atau setara 0,14 persen menuju level 6.352,38. Di samping itu, kelompok 45 saham unggulan yakni Indeks LQ45 bertambah 1,63 poin atau sekitar 0,26 persen menuju posisi 632,49.

"Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.320-6.330, peluang melanjutkan penguatan menuju 6.377 hingga 6.420 masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut hingga menembus area uptrend dan 6.320, IHSG beresiko melanjutkan koreksi sehat untuk menguji area EMA50 sebelum kembali melanjutkan tren naik," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Dari luar negeri, sentimen pasar cenderung waspada menjelang publikasi data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) pada Jumat (7/8/2026) waktu setempat, yang diprediksi menjadi penentu arah kebijakan The Fed.

"Data tenaga kerja itu diproyeksikan akan mempengaruhi pergerakan pasar obligasi dan ekspektasi suku bunga, terutama di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi," ujar Liza.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik merangkak naik seusai timbul kabar bahwa Iran tengah meninjau pembatasan pelayaran kapal di Selat Hormuz, serta menyerbu beberapa sasaran di wilayah tersebut.

"Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global," ujar Liza.

Dari dalam negeri, pihak penguasa merancang paket stimulus perekonomian senilai Rp26,34 triliun guna menopang daya beli publik, yang di dalamnya mencakup bantuan sosial, subsidi transportasi, sokongan sektor pariwisata, pelatihan tenaga kerja, serta mempertahankan harga BBM agar tetap stabil sampai penghujung tahun.

Sementara itu, rasio perpajakan Indonesia pada paruh pertama 2026 meningkat menjadi 9,32 persen dari sebelumnya 8,42 persen pada kurun waktu serupa tahun lalu, atau 10,44 persen apabila menyertakan PNBP SDA.

"Meski menunjukkan perbaikan, sejumlah pengamat menilai target tax ratio APBN 2026 masih menantang karena potensi restitusi pajak yang belum dibayarkan dan pola penerimaan pajak yang bersifat musiman," ujar Liza.

Pasar saham benua biru sebagian besar menanjak pada Kamis (6/8/2026), di antaranya Euro Stoxx 50 menaik 0,54 persen, indeks FTSE 100 Inggris merosot 0,19 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,15 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 1.35 persen.

Sementara, bursa Wall Street AS serentak merosot pada Kamis (6/8/2026), di antaranya indeks S&P 500 melemah 0,18 persen ke level 7.709,96, indeks Nasdaq Composite melemah 0,39 persen ke 29.373,33, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,85 persen ke 53.885,10.

Bursa saham kawasan Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei merosot 0,99 persen ke 65.030,00, indeks Shanghai menanjak 0,30 persen ke 3.911,4, indeks Kospi merosot 1,00 persen ke 6.228,41, indeks Hang Seng melemah 0,28 persen ke 25.441,81, dan indeks Straits Times menguat 0,34 persen ke 5,658,26.

Terkini