Pascakebakaran KMP Mutiara, Kemenhub Evaluasi Operator Kapal

Jumat, 07 Agustus 2026 | 20:26:01 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal segera mengaudit penerapan sistem manajemen keselamatan operator KMP Mutiara Sentosa II sebagai bentuk evaluasi mendalam pascaterjadinya insiden kebakaran di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

"Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Masyhud membeberkan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah melayangkan surat pimpinan dan memanggil manajemen PT Atosim Lampung Pelayaran selaku pengelola KMP Mutiara Sentosa II guna menjalani proses audit atas implementasi sistem keselamatan pelayaran.

"Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menginstruksikan Kapal Negara Patroli KN Grantin P.211 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak guna mempercepat operasi evakuasi para korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.

Di samping itu, armada Kenavigasian KN Masalembo milik Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak turut diterjunkan untuk membantu pemindahan korban dari lokasi musibah.

Sebanyak 62 orang korban berhasil dievakuasi dari wilayah Masalembu menuju Surabaya memanfaatkan KN Masalembo pada Selasa (4/8/2026).

Dengan demikian, akumulasi korban yang dievakuasi mencapai 238 jiwa, dengan rincian 233 orang selamat serta lima korban dilaporkan meninggal dunia.

Masyhud juga menyampaikan penghargaan tinggi bagi segenap pihak yang bahu-membahu dalam misi SAR dan evakuasi, mulai dari elemen Basarnas, TNI, Polri, KSOP, pihak operator kapal, hingga jejaring potensi SAR yang bersinergi menyelematkan para korban.

"Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesiapsiagaan serta kontribusi seluruh armada dan unsur yang terlibat dalam membantu proses evakuasi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II," katanya.

Deretan kapal yang dikerahkan membantu evakuasi meliputi KRI Nala 363, KN. SAR Permadi, KN. Masalembo, Meratus Project 3, TB. Hasnur, Meratus Pematang Siantar, Transco Arafura, Prakasa Mas, Selaras Mas, Aicon Dahli, SC Aila XVII, Daniel 1, KM. Alcon, hingga Perahu Nelayan Sandiwara Cinta.

Merujuk pada keterangan resmi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), penanganan kedaruratan khusus KMP Mutiara Sentosa II telah resmi dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan di bawah kendali Kantor SAR Surabaya.

Meski begitu, Kemenhub menjamin proses pendampingan korban serta investigasi atas insiden KMP Mutiara Sentosa II tetap digulirkan.

"Untuk mengetahui penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," tutur Masyhud.

Lebih jauh, Masyhud menandaskan bahwa insiden ini menjadi peringatan keras akan pentingnya menanamkan budaya keselamatan pelayaran yang mengikat semua pemangku kepentingan.

Menurut pandangannya, perusahaan pengelola kapal wajib memastikan penataan penumpang, kendaraan, serta kargo dilakukan sesuai prototimur keselamatan, termasuk memastikan tidak ada bahan berbahaya atau mudah terbakar yang diangkut tanpa jalur pemeriksaan baku.

Sebaliknya, pengguna jasa transportasi laut pun mengemban tanggung jawab untuk memberikan laporan jujur mengenai muatan barang serta menghindari pembawaan material berbahaya yang berisiko mengancam keselamatan pelayaran.

"Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap seluruh prosedur keselamatan baik oleh operator maupun masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut, menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut sekaligus memperkuat budaya keselamatan pelayaran nasional," kata Masyhud.

Terkini