Pekerja Swasta dan Gen-Z Jadi Peminat Utama Rumah Subsidi 2026

Jumat, 07 Agustus 2026 | 20:17:32 WIB
Ilustrasi - Deretan rumah subsidi di Batang, Jawa Tengah [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkirakan ceruk peminat utama rumah subsidi sepanjang semester II tahun ini bakal didominasi oleh kelompok pekerja swasta.

"Kami memperkirakan peminat terbesar tetap berasal dari kelompok pekerja swasta, yang selama ini mendominasi penerima manfaat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Melihat rekam realisasi penyaluran sepanjang 2026, terang Heru, proporsi penerima manfaat berkisar 63,11 persen dikuasai kalangan pekerja swasta, menyusul sektor wiraswasta di angka 17,49 persen, PNS sebesar 8,26 persen, serta gabungan anggota TNI dan Polri berkisar 1,52 persen.

Di samping itu, BP Tapera membaca adanya riak lonjakan minat hunian subsidi yang datang dari kelompok generasi muda maupun pasangan muda yang baru membangun rumah tangga. Tren serupa juga terlihat pada pekerja sektor informal dan pelaku UMKM yang kian mudah menjangkau hunian berkat rentetan penyempurnaan skema pembiayaan.

Kondisi tersebut juga melingkupi masyarakat di daerah penyangga kota-kota besar yang memerlukan tempat tinggal berbanderol terjangkau namun tetap terkoneksi ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

"Dengan adanya tenor hingga 40 tahun, kemampuan beli kelompok usia muda juga diperkirakan meningkat," ujar Heru.

Sebagai gambaran, BP Tapera memaparkan bahwa program rumah subsidi dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sangat digandrungi oleh populasi milenial serta Gen Z.

Heru Pudyo Nugroho selaku Komisioner BP Tapera membeberkan, mengacu pada realisasi penyaluran dana FLPP rumah subsidi pada tahun lalu (2025) yang menembus angka 278.868 unit, porsi sekitar 62 persen di antaranya dimanfaatkan oleh Gen Z dan milenial dengan kisaran rentang usia 19 hingga 30 tahun.

Pencapaian tersebut, menurut Heru, memicu optimisme bahwa tingkat kesadaran generasi muda untuk menanamkan investasi jangka panjang berbentuk aset rumah untuk masa depan tergolong masih sangat tinggi.

Terkini