JAKARTA - BRIN memamerkan deretan teknologi paling anyar hasil risetnya kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Kamis 6 Agustus 2026 kemarin.
Pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk terus mengakselerasi pengembangan teknologi yang sanggup menjawab isu-isu strategis nasional, mulai dari pengelolaan sampah, kemandirian energi, hingga penguatan konektivitas antarpulau.
Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan dalam pertemuan tersebut BRIN memamerkan sebagian besar inovasi-inovasi unggulan BRIN, yang telah memproduksi aneka terobosan guna menyelesaikan beragam persoalan.
Berikut deretan teknologi terbaru buatan BRIN yang dipamerkan:
1. Teknologi Pengolahan Sampah Menurut Arif, salah satu inovasi yang paling mencuri perhatian Presiden adalah teknologi pengelolaan sampah yang dikembangkan BRIN pada berbagai tingkatan.
Untuk skala rumah tangga, BRIN merancang teknologi Lasamor yang mampu mengolah sampah organik secara praktis. Sementara pada tingkat desa, BRIN memiliki teknologi pirolisis yang bisa mengonversi sampah menjadi bahan bakar untuk nelayan maupun petani.
"Teknologi pirolisis itu sudah diterapkan di 80 titik. Kemudian juga ada teknologi PSEL skala besar, kapasitas 100 ton per hari, ada juga 50 ton per hari. Jadi banyak variasi teknologi sampah yang kami miliki," kata Arif.
Menurutnya, Presiden menilai pengolahan sampah menjadi isu vital guna mewujudkan kota serta desa yang bersih sekaligus mendongkrak daya pikat sektor pariwisata.
2. ANG Diklaim Bisa Hemat Impor LPG Rp26 Triliun Teknologi tersebut merupakan hasil kolaborasi BRIN dengan ilmuwan peraih Nobel asal Jepang melalui pemanfaatan Metal Organic Framework (MOF) untuk menyimpan gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG) pada tekanan rendah.
Menurut Arif, teknologi itu memungkinkan penggunaan gas bumi domestik sebagai alternatif pengganti LPG impor.
Ia menguraikan, apabila tabung LPG 3 kilogram saat ini dapat dipakai sekitar 10 hari, maka teknologi ANG mampu memperpanjang durasi pemakaian hingga kisaran 15 hari. Penelitian terus digodok agar efisiensinya dapat naik dua kali lipat.
"Kalau ini diterapkan maka bisa menghemat Rp26 triliun per tahun terkait energi ini. Riset terus kami lakukan, masih tahap uji coba. Mohon doanya, kalau ini berhasil akan menjadi revolusi energi di Indonesia," ujar Arif.
3. Genteng Ramah Lingkungan hingga Rumah Tahan Gempa Arif menyampaikan BRIN telah memproduksi genteng ramah lingkungan berbahan limbah sawit serta serabut kelapa yang saat ini tengah diuji coba di Nias berkolaborasi dengan TNI Angkatan Darat.
"BRIN telah hadir dengan teknologi genteng yang ramah lingkungan berbasis limbah sawit dan serabut kelapa. Ringan, ramah lingkungan, dan sekarang sedang diuji coba di Nias," katanya.
Di samping itu, BRIN turut memperkenalkan teknologi rumah tahan gempa yang sanggup didirikan dalam tempo sekitar 14 hari dan siap ditempati dalam kurun 30 hari.
4. Pesawat Amfibi Saat ini BRIN tengah merancang varian pesawat amfibi yang diharapkan sanggup menguatkan konektivitas wilayah kepulauan tanpa menuntut pembangunan landasan pacu.
"Presiden Prabowo Subianto sangat tertarik dengan N219 yang dikembangkan BRIN bersama PTDI. Sekarang kami sedang mengembangkan pesawat amfibi. Dengan pesawat amfibi tidak diperlukan investasi runway karena menggunakan air sebagai tempat pendaratan dan lepas landas," ujarnya.
5. MBG Untuk program MBG dan pangan, BRIN membangun inovasi di seluruh rantai MBG mulai dari bahan pangan, mesin pengolah, kemasan, deteksi halal, distribusi hingga pemantauan berbasis teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
"Salah satu contohnya adalah food guard, perangkat yang ditempatkan pada ompreng untuk mendeteksi gas pembusukan dengan menggunakan multi-sensor dan model AI," ujar Arif.
6. Kaji B60 hingga E30 Pada sektor energi, Presiden turut meminta BRIN menyiapkan kajian ilmiah mengenai bermacam skenario pengembangan bahan bakar nabati.
Menurut Arif, Presiden meminta BRIN memetakan implikasi penerapan biodiesel B60 hingga B100, serta pengembangan bioetanol E30 dengan mempertimbangkan rekam jejak Brasil yang telah memanfaatkan campuran etanol lebih tinggi.
"BRIN diminta mengkaji secara holistik implikasi kalau kami menerapkan B60, B100, kemudian bagaimana E30. Jadi BRIN diminta mengkaji secara menyeluruh kebijakan energi ini," katanya.
7. Sektor Kesehatan Pada sektor kesehatan, BRIN mengembangkan beraneka inovasi mulai dari vaksin, teknologi diagnosis, radiofarmaka, hingga alat-alat kesehatan.
8. Industri Sementara pada bidang industri, BRIN sukses memproduksi sepatu sekolah berbahan dasar karet lokal menggunakan teknologi One Piece Injection Molding dengan harga produksi di bawah Rp70 ribu, sekaligus merancang smart insole untuk kebutuhan rehabilitasi medis, olahraga, hingga keselamatan kerja.
Pada penutupan pertemuan, Arif menyampaikan Presiden kembali menekankan komitmennya untuk memperkuat ekosistem riset nasional sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada para peneliti dan meminta mereka untuk terus bekerja keras serta bersabar dalam melahirkan inovasi.
"Presiden Prabowo Subianto terus menyemangati para periset agar tetap sabar, tetapi juga harus bekerja keras. Ini bukti bahwa Bapak Presiden memiliki komitmen besar memperkuat teknologi karena Presiden Prabowo Subianto selalu mengatakan bahwa penguasaan teknologi adalah soal martabat bangsa," ujar Arif.