Pasar Global Semester Pertama 2026 Tunjukkan Lonjakan Penjualan Ponsel Pintar Kelas Atas

Kamis, 06 Agustus 2026 | 05:37:31 WIB
Smartphone kelas atas ternyata laris manis di pasar global pada semester pertama (H1), (Foto: NET)

JAKARTA - Smartphone kelas atas ternyata laris manis di pasar global pada semester pertama (H1) 2026. Smartphone dalam kategorikan ini merupakan ponsel dengan harga rata-rata 600 dollar AS (sekitar Rp 10,7 jutaan) ke atas. Menurut laporan firma riset pasar Counterpoint Research, HP kelas mewah atau mahal ini secara global tumbuh 5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Pertumbuhan itu juga mendongkrak pangsa pasar ponsel kategori ini ke rekor tertinggi hingga 29 persen. Sebagai perbandingan, pangsa pasar smartphone premium berada di angka 25 persen pada semester I-2025 dan 20 persen pada semester I-2022. Counterpoint menilai, meningkatnya pertumbuhan HP premium tersebut dipengaruhi oleh naiknya harga memori dan komponen, yang lebih berdampak pada ponsel kelas bawah dan menengah.

Analis Senior Counterpoint Harshit Rastogi mengatakan bahwa produsen smartphone kelas atas lebih mampu menyerap kenaikan biaya komponen berkat margin keuntungan yang lebih tinggi serta pengurangan program promosi. Hal itu membuat permintaan di segmen premium tetap terjaga, meski kondisi pasar masih menantang.

"Ketika harga smartphone Android kelas menengah naik, selisih harganya dengan ponsel flagship, terutama model lama yang mendapat diskon, menjadi semakin tipis. Kondisi ini membuat perangkat flagship menjadi pilihan upgrade yang lebih menarik," kata Rastogi.

Sejumlah produsen kini juga memperluas program cicilan, tukar tambah (trade-in), hingga buyback untuk membuat ponsel premium lebih mudah dijangkau pembeli. Samsung misalnya, memperluas program Galaxy Forever ke lebih banyak negara guna meningkatkan akses terhadap perangkat flagship. 

Program ini memungkinkan konsumen membayar setengah harga perangkat lewat skema cicilan selama satu tahun. Setelah 12 bulan, pengguna bisa mengembalikan, melakukan upgrade atau melunasi sisa harganya.

Apple dan Samsung pimpin pasar HP premium. Dalam laporannya, Counterpoint juga merinci merek ponsel premium yang mendominasi di pasar smartphone global. Apple masih menjadi pemimpin pasar smartphone premium dengan pangsa 65 persen pada enam bulan pertama 2026. Meski demikian, angka tersebut turun dibandingkan 74 persen pada periode yang sama tahun 2022.

Penjualan Apple masih tumbuh 9 persen YoY berkat performa seri iPhone 17, terutama model regulernya. Namun, Counterpoint mencatat posisi Apple mulai tertekan di China, yang merupakan pasar smartphone premium terbesar di dunia, akibat meningkatnya persaingan dari merek lokal seperti Huawei, Xiaomi, Oppo, serta Vivo.

Samsung menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 19 persen setelah mencatat pertumbuhan 3 persen. Menurut Counterpoint, salah satu faktor pendorongnya yaitu fitur Privacy Display yang pertama kali hadir melalui Galaxy S26 series. Galaxy S26 Ultra bahkan menyumbang lebih dari separuh penjualan lini tersebut.

Firma riset ini juga mencatat bahwa Oppo membukukan pertumbuhan paling tinggi, yakni 69 persen. Kinerjanya didorong oleh Find X9 series, ditambah peluncuran model baru seri tersebut pada April 2026. Sementara itu, Vivo membukukan pertumbuhan 20 persen berkat ponsel X300 series yang dinilai lebih laris dibanding pendahulunya.

Lebih fokus jualan HP premium. Analis Senior Counterpoint Karn Chauhan mengatakan bahwa strategi untuk mendongkrak HP premium akan jadi fokus utama industri smartphone. Ia menilai, produsen kini tidak lagi hanya mengejar volume penjualan, tetapi juga berupaya meningkatkan nilai dan keuntungan dengan memperbesar kontribusi perangkat premium.

"Para vendor kini menyasar segmen ponsel mahal demi menjaga margin di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan," ujar Chauhan.

Di sisi lain, siklus penggantian smartphone yang semakin panjang membuat konsumen cenderung memilih perangkat premium yang dinilai memiliki usia pakai lebih lama. Counterpoint juga meramal bahwa Apple dan Samsung masih akan mempertahankan dominasinya di segmen premium berkat ekosistem perangkat, kekuatan merek, serta posisi yang kuat di pasar negara maju. 

Adapun di China, Huawei dan Xiaomi diperkirakan terus memperbesar pangsa pasar premium seiring perluasan portofolio flagship dan pengembangan ekosistem perangkat perusahaan, dihimpun KompasTekno dari situs resmi Counterpoint.

Terkini