Deretan 5 Perusahaan Game Dunia yang Dibeli Oleh Arab Saudi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 05:29:31 WIB
Arab Saudi memiliki ambisi besar dalam industri permainan global. (Foto: NET)

JAKARTA - Arab Saudi memiliki ambisi besar dalam industri permainan global. Negara tersebut semakin gencar memperluas pengaruhnya di sektor permainan. Arab Saudi bahkan mempunyai lembaga khusus yang mengurus masalah permainan, yakni melalui dana investasi pemerintah Public Investment Fund beserta anak perusahaannya Savvy Games Group. Melalui badan ini, kerajaan Arab Saudi menggelontorkan puluhan miliar dolar AS guna mengambil alih berbagai perusahaan permainan, mulai dari pengembang, penerbit, sampai penyelenggara kompetisi e-sports. Langkah ini merupakan bagian dari misi Arab Saudi agar menjadi salah satu pusat industri permainan dunia lewat program Vision 2030. Strateginya bukan sekadar mendirikan studio permainan dari nol, melainkan juga mengakuisisi perusahaan yang telah mempunyai permainan populer serta basis pemain luas di seluruh dunia. Berikut lima perusahaan permainan bersar yang sudah dibeli Arab Saudi yang dirangkum dari beragam sumber.

 1. Electronic Arts (EA) 

Pengambilalihan terbesar Arab Saudi terhadap perusahaan permainan EA baru saja rampung. Melalui konsorsium yang dikepalai PIF, pihak Arab mengambil alih Electronic Arts dengan nominal transaksi mencapai 55 miliar dolar AS atau sekitar Rp 990 triliun. Jumlah tersebut menjadikannya salah satu transaksi terbesar sepanjang sejarah industri permainan. 

Lewat aksi korporasi ini, PIF memegang sekitar 93,4 persen saham EA, sementara sisa kepemilikan dipegang oleh firma investasi Silver Lake serta Affinity Partners. Selepas proses selesai, EA resmi keluar dari bursa saham Nasdaq dan berubah menjadi korporasi privat. EA merupakan salah satu penerbit permainan terbesar di dunia yang menaungi berbagai waralaba populer, contohnya EA Sports FC, Battlefield, Need for Speed, hingga Madden NFL.

 2. Moonton 

Pada bulan Maret 2026, Savvy Games Group menyampaikan kesepakatan untuk mengambil alih Moonton, pembuat permainan Mobile Legends: Bang Bang, dari ByteDance. Nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar 6 miliar dolar AS atau setara Rp 101 triliun. Akuisisi ini menarik perhatian sebab Mobile Legends merupakan salah satu permainan ponsel paling digemari di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 

Permainan ini pun sering menjadi cabang utama dalam berbagai ajang e-sports internasional. Moonton sebelumnya dibeli oleh ByteDance pada tahun 2021. Melalui kepemilikan Moonton, Arab Saudi mendapatkan salah satu kekayaan intelektual permainan ponsel terbesar di dunia sekaligus ekosistem e-sports lewat kompetisi MPL serta M-Series.

 3. Divisi Permainan Niantic 

Pada tahun 2025, Savvy Games Group lewat anak usahanya, Scopely, mengambil alih unit bisnis permainan milik Niantic senilai 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 57 triliun. Pengambilalihan tersebut mencakup sejumlah permainan berbasis augmented reality, seperti Pokemon GO, Pikmin Bloom, dan Monster Hunter Now. 

Ketiga permainan itu mempunyai jutaan pemain aktif di berbagai negara. Meskipun unit bisnis permainan berpindah pemilik, Niantic tetap meneruskan kegiatan lain yang berpusat pada teknologi geospasial serta kecerdasan buatan melalui badan usaha yang baru.

 4. SNK 

Arab Saudi turut menguasai SNK, perusahaan permainan asal Jepang yang terkenal lewat berbagai seri permainan tarung legendaris, seperti The King of Fighters, Samurai Shodown, Fatal Fury, serta Metal Slug. Proses pembelian dijalankan secara bertahap. Yayasan milik Putra Mahkota Mohammed bin Salman, MiSK Foundation, mulai memborong saham SNK pada tahun 2020 sebelum akhirnya menaikkan porsi kepemilikannya pada tahun 2022 hingga menjadi pemegang saham pengendali. 

Dengan menguasai lebih dari 90 persen saham, Arab Saudi memperoleh kendali atas salah satu perusahaan permainan tertua di Jepang yang mempunyai sejarah panjang dalam industri arcade dan permainan konsol. Pembelian SNK pun menunjukkan bahwa strategi Arab Saudi tidak sekadar menyasar permainan modern, melainkan juga kekayaan intelektual klasik yang masih memiliki basis penggemar besar di seluruh dunia.

 5. ESL Gaming 

Sebelum memborong penerbit permainan, Arab Saudi lebih dulu masuk ke dalam industri e-sports dengan mengambil alih ESL Gaming pada tahun 2022. Nilai transaksi diperkirakan mencapai hingga 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 26,8 triliun. Usai diakuisisi, ESL kemudian digabungkan bersama platform kompetitif FaceIT dan mendirikan ESL Faceit Group, salah satu operator turnamen e-sports terbesar di dunia. 

ESL selama ini dikenal sebagai penyelenggara berbagai kompetisi e-sports internasional untuk permainan seperti Counter-Strike, Dota 2, StarCraft II, hingga PUBG.

Terkini