ESDM Naikkan HIP Biodiesel dan Bioetanol pada Agustus 2026

Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:21:31 WIB
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) [FOTO: NET].

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel dan bioetanol untuk Agustus 2026. Berdasarkan ketetapan tersebut, harga biodiesel maupun bioetanol sama-sama mengalami kenaikan.

Rinciannya, HIP biodiesel pada Agustus 2026 dipatok sebesar Rp14.924 per liter ditambah ongkos angkut. Nilai tersebut meningkat dibandingkan HIP biodiesel pada Juli 2026 yang berada di level Rp14.562 per liter ditambah ongkos angkut.

Di sisi lain, besaran konversi crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel ditetapkan sebesar US$85 per metrik ton pada Mei 2026. Nilai tersebut tetap sama seperti yang berlaku sejak Desember 2025.

Sementara itu, besaran HIP BBN jenis biodiesel dihitung mengacu pada ketentuan Diktum Kesatu Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar. Adapun ongkos angkut mengacu pada Lampiran I Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.

Secara lebih rinci, HIP BBN biodiesel dihitung menggunakan formula HIP = (harga CPO KPB rata-rata + US$85 per ton) x 870 kg per m³ + ongkos angkut. Sementara itu, 870 kg per m³ merupakan faktor konversi dari kilogram ke liter.

Untuk konversi nilai tukar, perhitungan menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.985 per US$.

Sementara itu, HIP bioetanol untuk Agustus 2026 ditetapkan sebesar Rp11.695 per liter. Nilai tersebut naik dibandingkan HIP bioetanol pada Juli 2026 yang sebesar Rp10.933 per liter.

Perhitungan HIP BBN jenis bioetanol menggunakan formula yang telah ditetapkan, yakni HIP = (harga tetes tebu KPB rata-rata periode tiga bulan x 4,125 kg per liter) + US$0,25 per liter. Adapun harga tetes tebu KPB rata-rata pada periode 15 Januari 2025 hingga 14 Juli 2026 tercatat sebesar Rp1.748 per kg.

Selanjutnya, angka 4,125 kg per liter merupakan faktor konversi dari kilogram ke liter, sedangkan US$0,25 per liter merupakan nilai konversi bahan baku menjadi bioetanol. Perhitungan nilai kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.931 per US$.

Terkini