AllianzGI Caplok UOBAM SGD 555 Juta Perkuat Pasar Asia Tenggara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 05:02:05 WIB
Allianz Global Investors (AllianzGI). (Foto: NET)

JAKARTA - Allianz Global Investors mengambil alih UOB Asset Management dari Grup UOB. Transaksi senilai SGD 555 juta ini dimaksudkan untuk mempercepat ekspansi bisnis pengelolaan dana perseroan di kawasan Asia Pasifik.

Langkah pengambilalihan ini bakal melipatgandakan aset kelolaan Allianz Global Investors di Singapura, sekaligus mendongkrak total aset kelolaannya di Asia Pasifik hingga melampaui € 170 miliar.

Transaksi yang bernilai sekitar SGD 555 juta atau setara EUR 376 juta ini mencakup kelebihan kas serta kesepakatan distribusi jangka panjang.

Lewat kesepakatan ini, Allianz Global Investors memperluas cakupan wilayah operasional berizin ke sejumlah pasar dengan tingkat pertumbuhan tinggi layaknya Thailand, Malaysia, serta Vietnam.

Pada saat bersamaan, transaksi ini semakin memperkokoh skala bisnis perseroan di basis operasional yang telah tersedia, mencakup Singapura, Taiwan, serta Indonesia.

Di samping pengambilalihan entitas, kerja sama ini dijalin bersama kesepakatan distribusi jangka panjang dengan Grup UOB.

Kemitraan ini membukakan jalan bagi Allianz Global Investors untuk menyalurkan produk investasi globalnya ke basis jaringan nasabah ritel UOB yang menyentuh angka lebih dari 8 juta nasabah di seantero kawasan ASEAN.

Pimpinan Tertinggi Allianz Global Investors Tobias Pross menyatakan bahwa penggabungan keahlian UOB Asset Management di Asia Tenggara ke dalam ekosistem global Allianz Global Investors akan memperkuat penawaran produk serta mempercepat ekspansi perusahaan di wilayah dinamis ini.

"Komitmen jangka panjang kami untuk memperluas jangkauan penawaran investasi di Asia Tenggara semakin diperkuat melalui transaksi ini, yang memberikan konektivitas pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang baru untuk menjangkau basis klien yang lebih besar," ujar Tobias dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Pada momentum serupa, Wakil Pimpinan Tertinggi sekaligus Pimpinan Tertinggi UOB Wee Ee Cheong mengutarakan bahwa kemitraan ini mempertegas fokus bank pada layanan penasihat kekayaan dan distribusi.

Menurut pandangannya, penggabungan keahlian penasihat UOB dengan kapabilitas investasi Allianz Global Investors menempatkan perusahaan pada posisi yang pas dalam memenuhi kebutuhan nasabah yang senantiasa berkembang.

Secara operasional, integrasi kapabilitas kedua pengelola investasi ini dirancang guna menghadirkan keahlian regional serta per negara di Asia Tenggara, meliputi strategi saham, solusi investasi syariah, hingga produk perencanaan hari tua.

UOB Asset Management sendiri membukukan total aset kelolaan senilai € 28 miliar per penutupan 31 Desember 2025.

Rangkaian transaksi ini masih berada pada fase menantikan lampu hijau dari pihak regulator terkait.

Pengelola Allianz Global Investors bersama Grup UOB memproyeksikan transaksi pengambilalihan ini bakal rampung sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang.

Terkini