Tingkatkan Literasi Keuangan, OJK Sulteng Latih Nelayan Desa Banagan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:31:32 WIB
Otoritas Jasa Keuangan. (Foto: NET)

JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan Wilayah Sulawesi Tengah memperluas pemahaman serta inklusi keuangan bagi para nelayan di kawasan Desa Banagan, Kabupaten Tolitoli, melalui pelaksanaan program pelatihan intensif.

Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam membekali para pekerja laut.

“Kami ingin nelayan tidak hanya tangguh saat melaut, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan,” ujar perwakilan lembaga terkait.

Inisiatif itu merupakan bagian integral dari Program Ekosistem Keuangan Inklusif yang berjalan beriringan bersama pengembangan rintisan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah setempat.

Meskipun infrastruktur utama di lokasi tersebut belum beroperasi penuh, pihak berwenang telah menjalankan tahap persiapan awal agar masyarakat siap menyambut ekosistem finansial baru.

Melalui rangkaian pembekalan ini, para pekerja sektor kelautan diarahkan agar mampu mengatur keuangan secara bijak, memanfaatkan sarana perbankan resmi seperti tabungan serta proteksi asuransi, sekaligus menjangkau pembiayaan produktif demi kelangsungan usaha mereka.

Total peserta yang mengikuti bimbingan teknis tersebut mencapai ratusan orang.

Mereka dibekali berbagai wawasan mendalam agar terbiasa menggunakan instrumen jasa keuangan yang sah seketika program utama mulai berjalan.

Pemahaman manajemen finansial dinilai krusial guna menjamin stabilitas ekonomi jangka panjang bagi para nelayan.

Selain memberikan edukasi langsung, program pelatihan ini juga ditargetkan mampu mencetak kader literasi mandiri di tengah masyarakat.

Kader tersebut nantinya bertugas menyebarluaskan ilmu pengelolaan dana, pemanfaatan produk keuangan legal, serta pemahaman perlindungan konsumen.

“OJK Sulawesi Tengah akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan pelaku industri jasa keuangan dalam mendukung pengembangan KNMP di Desa Banagan melalui Program EKI,” demikian disampaikan.

Perluasan jangkauan layanan keuangan formal ini diyakini mampu memperkuat ketahanan ekonomi para nelayan pesisir secara berkelanjutan.

Terkini