BMKG Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca demi Jaga Ketersediaan Air Waduk

Selasa, 04 Agustus 2026 | 04:01:02 WIB
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengambil langkah konkret berupa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca guna mempertahankan ketersediaan air pada berbagai kawasan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berjalan beriringan dengan fenomena El Nino.

Seusai mengikuti Dialog Nasional Dampak El Nino yang bertempat di kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, pada hari Selasa, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menerangkan bahwa penyusutan curah hujan akibat El Nino berpotensi memicu merosotnya suplai air yang mengalir ke waduk-waduk di tanah air.

Padahal, waduk-waduk tersebut memegang fungsi krusial untuk memenuhi kebutuhan air baku, sektor pertanian, hingga sarana pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

"Oleh karena itu BMKG bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, pengelola waduk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan sebagainya melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk menambah pasokan air waduk," kata Tri.

Ia memaparkan bahwa kegiatan modifikasi cuaca ini telah diterapkan di sejumlah daerah demi menunjang ketersediaan air, mencakup pula kawasan tangkapan air yang menyokong sektor energi seperti Danau Toba di Sumatera Utara serta Danau Poso di Sulawesi Tengah.

"Saat ini kami sedang melaksanakan operasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat, supaya pasokan energi, air, dan pertanian bisa terjaga dengan baik," ujarnya.

Tri menyampaikan bahwa operasi modifikasi cuaca turut berfungsi sebagai salah satu strategi mitigasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tatkala menghadapi fase kemarau yang cenderung lebih kering.

Menurut keterangannya, berkurangnya intesitas hujan mengakibatkan pasokan air menuju kubah-kubah gambut mengalami susut, sementara proses evaporasi terus berjalan sehingga membuat area lahan gambut menjadi jauh lebih kering dan rentan tersulut api.

"Untuk mitigasi itu juga dilakukan operasi modifikasi cuaca dengan metode pembasahan lahan-lahan gambut supaya gambut tetap basah, sehingga sulit dibakar, apalagi terbakar," katanya.

Langkah preventif tersebut selaras bersama arahan Presiden Prabowo Subianto ketika memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Selasa (28/7), dalam rangka mengkaji dampak musim kemarau yang menyertai dinamika El Nino.

Pada forum tersebut, Presiden memberikan instruksi kepada jajaran pemerintahan agar mengeksekusi beragam tindakan antisipatif, yang meliputi upaya memelihara cadangan air serta menanggulangi potensi kebakaran hutan beserta lahan.

Selepas rapat rampung, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengutarakan bahwa pihak BMKG bakal memperkokoh dukungan dalam menghadapi musim kemarau serta El Nino lewat jalur operasi modifikasi cuaca.

Menukil dari laporan resmi BPMI Setpres, Faisal menguraikan bahwa terdapat enam provinsi yang ditetapkan sebagai titik fokus utama pelaksanaan operasi modifikasi cuaca guna pencegahan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Selatan.

BMKG mengumumkan bahwa fenomena El Nino yang terpantau aktif sejak Juni 2026 telah menjejaki fase kuat dan masih menyimpan potensi eskalasi menjadi sangat kuat. 

Dinamika El Nino ini diprediksi bakal berlangsung dalam rentang waktu sekitar 9 sampai 12 bulan atau diperkirakan bertahan hingga Mei 2027. 

Kendati demikian, situasi tersebut bukan berarti wilayah Indonesia bakal menghadapi musim kemarau secara terus-menerus sepanjang kurun waktu berlangsungnya El Nino.

Tingkat curah hujan sepanjang bulan Agustus hingga September 2026 dipetakan berada dalam kisaran kategori rendah sampai dengan sangat rendah, sehingga memicu eskalasi kerentanan bencana kekeringan di berbagai wilayah.

Di sisi lain, awal musim penghujan diperkirakan mulai menyapa pada pertengahan Oktober 2026, yang mana pengaruh El Nino terhadap pola curah hujan di nusantara dipandang bakal berangsur-angsur melemah.

Terkini

Transformasi Citra, Bank Banten Resmi Luncurkan Logo Baru

Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:35:02 WIB

CAD Indonesia Diproyeksi Melebar ke 2% dari PDB pada 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:33:32 WIB

PNM Perluas Akses Pembiayaan Ultra Mikro ke Wilayah 3T

Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:32:02 WIB

Pasokan Pangan Membaik, Inflasi Juli 2026 Terkendali

Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:29:01 WIB