Impor Riau Tembus US$1,87 Miliar Semester I/2026, Impor Pesawat Naik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:35:31 WIB
Impor Riau Melonjak 129,86% Semester I/2026, Didominasi Barang Modal [FOTO: NET].

JAKARTA - Angka impor Provinsi Riau sepanjang Januari–Juni 2026 melambung tajam hingga 129,86 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menyentuh US$1,875 miliar. Lonjakan itu terutamanya dipicu penggelembutan impor barang nonmigas, dengan Prancis berdiri sebagai negara pemasok paling dominan seiring tingginya pengapalan masuk kapal terbang beserta suku cadangnya.

Data tersebut dipaparkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dibawakan Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Riau, Dr. Fitri Hariyanti, SST, MM, di Pekanbaru, Senin (3/8/2026).

Fitri menyampaikan, impor nonmigas menjadi penggerak utama pertumbuhan impor Riau pada paruh pertama tahun ini. Angkanya menyentuh US$1,797 miliar atau terangkat 134,75 persen dibanding kurun waktu yang sama tahun lalu. Di sisi lain, impor migas terekam sejumlah US$77,26 juta atau tumbuh 54,77 persen.

"Total nilai impor Riau Januari hingga Juni 2026 mencapai US$1,875 miliar atau naik 129,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan impor nonmigas maupun migas," ujar Fitri.

Dari sudut pandang negara asal, Prancis menjadi pemasok utama impor nonmigas Riau dengan capaian menyentuh US$784,44 juta atau menyumbang porsi 43,63 persen terhadap total impor nonmigas. Urutan selanjutnya diisi Tiongkok sebesar US$195,86 juta atau 10,89 persen, mengekor Vietnam senilai US$143,45 juta atau 7,98 persen.

Secara kawasan, negara-negara anggota ASEAN menyumbang impor nonmigas sejumlah US$329,89 juta atau 18,35 persen dari total impor nonmigas Riau. Sementara itu, negara-negara kawasan Uni Eropa memberi sumbangsih terbesar, yakni US$913,75 juta atau setara 50,83 persen.

Menurut Fitri, lonjakan impor dari Prancis menjadi yang paling fantastis sepanjang semester I 2026. Angkanya terangkat US$781,35 juta atau 25.306,31 persen jika dibandingkan Januari–Juni 2025. Di samping itu, impor dari Tiongkok terangkat US$66,92 juta atau 51,89 persen, sedangkan impor dari Vietnam menggelembung US$54,82 juta atau 61,85 persen.

"Dari sisi komoditas, golongan kapal terbang dan bagiannya menjadi penyumbang kenaikan terbesar. Nilai impornya melonjak sebesar US$779,41 juta atau 54.918,49 persen dibandingkan Januari–Juni 2025," jelasnya.

Selain kapal terbang, deretan kelompok barang lain turut mencatatkan kenaikan impor, di antaranya kayu dan barang dari kayu yang bertambah US$82,83 juta, mesin serta peralatan listrik terangkat US$58 juta, pupuk menggemuk US$37,49 juta, bahan kimia anorganik bertambah US$26,96 juta, bahan kimia organik naik US$24,60 juta, garam, belerang, dan kapur terangkat US$15,85 juta, serta gandum-ganduman bertambah US$11,27 juta.

Di sisi lain, terdapat dua kelompok komoditas yang membukukan penurunan impor, yaitu bubur kayu (pulp) yang tergerus US$28,69 juta atau 30,28 persen dan mesin-mesin serta pesawat mekanik yang menyusut US$1,32 juta atau 1,61 persen.

Tinjauan secara bulanan, angka impor Riau pada Juni 2026 menyentuh US$247,18 juta atau melesat 77,05 persen dibanding Juni 2025. Peningkatan tersebut ditopang oleh impor nonmigas sebesar US$239,82 juta yang tumbuh 77,16 persen, sedangkan impor migas terangkat 73,36 persen menjadi US$7,36 juta.

Berdasarkan klasifikasi penggunaan barang, pasokan impor Riau tetap didominasi barang modal dengan nilai US$937,66 juta atau 50,01 persen dari total impor sepanjang Januari–Juni 2026. Berikutnya, bahan baku dan barang penolong mencapai US$933,65 juta atau 49,79 persen. Adapun impor barang konsumsi sekadar bertengger pada angka US$3,69 juta atau sekitar 0,20 persen dari total impor.

Terkini