Menkeu Purbaya Beberkan Rencana Insentif Baru Kendaraan Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:32:35 WIB
Purbaya Bocorkan Insentif Kendaraan Listrik Baru, Ini Detailnya [FOTO: NET].

JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan perkembangan paling gres mengenai rencana pengucuran insentif bagi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), yang meliputi mobil listrik maupun sepeda motor listrik.

Menurut Purbaya, pemerintah tetap berkomitmen memacu akselerasi adopsi kendaraan listrik di tengah munculnya keraguan sebagian kalangan terkait kelanjutan kebijakan insentif tersebut. Isu yang beredar, kata dia, mengklaim bahwa subsidi kendaraan listrik bakal disetop pada tahun ini.

Ia menerangkan, dinamika geopolitik di Timur Tengah beserta tingginya harga minyak dunia diproyeksikan masih bakal memicu ketidakpastian dalam jangka waktu yang cukup panjang. Kondisi itu, lanjutnya, menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah dalam menyesuaikan arah kebijakan energi nasional.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo tetap memprioritaskan penekanan ketergantungan pada impor minyak. Oleh sebab itu, langkah mendorong pemanfaatan kendaraan listrik bakal tetap diteruskan sebagai bagian dari strategi tersebut.

“Saya memperkirakan dalam dua hingga tiga minggu ke depan Presiden akan meluncurkan stimulus baru untuk kendaraan listrik, termasuk untuk sekitar 500.000 sepeda motor listrik dan mobil listrik,” ujarnya dalam Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2026, Selasa (4/8/2026).

Lebih jauh, ia memaparkan pemerintah bakal menyalurkan insentif berupa pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100% untuk kategori tertentu, serta insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40% bagi kendaraan listrik tertentu.

Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi wholesales mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV) menembus 69.739 unit sepanjang semester I/2026.

Sementara itu, penjualan mobil hibrida (hybrid electric vehicle/HEV) mencatatkan angka 42.366 unit dan Plug-in Hybrid (PHEV) sebanyak 5.003 unit pada kurun waktu yang sama.

Walau demikian, Purbaya memberi sinyal bahwa insentif hanya bakal disalurkan untuk mobil listrik murni (BEV), sedangkan mobil hybrid dan PHEV kemungkinan tidak memperoleh insentif.

"Saya belum dengar rencana itu [insentif hybrid], yang saya dengar rencananya adalah EV saja. Yang berbasis baterai nikel dan baterai lithium juga akan dibedakan," pungkasnya.

Terkini