Pendapatan Barito Pacific Tembus Rp101 T pada Semester I/2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:53:31 WIB
PT Barito Pacific Tbk. (BRPT). (Foto: NET)

JAKARTA - Perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), mencatatkan total pendapatan konsolidasi senilai US$5,69 miliar sepanjang semester pertama 2026, yang setara dengan Rp101,73 triliun menggunakan asumsi kurs Jisdor BI Rp17.899 per 30 Juni 2026. 

Angka tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 76,1% apabila disandingkan dengan perolehan pada rentang waktu serupa tahun lalu yang berada di angka US$3,23 miliar. Selain itu, pihak perseroan turut membukukan EBITDA sebesar US$1,08 miliar serta laba bersih setelah pajak mencapai US$518 juta.

Merujuk pada laporan resmi perusahaan, pemasokan terbesar BRPT bersumber dari lini petrokimia yang menyumbang hingga US$5,35 miliar atau mengalami pertumbuhan secara tahunan sebesar 83,6%. Di samping itu, pemasukan dari divisi energi ikut mendaki sebanyak 11,3% hingga menyentuh angka US$334 juta.

Direktur Utama Barito Pacific, Agus Pangestu, menyampaikan bahwa pencapaian positif BRPT selama paruh pertama tahun ini ditopang sepenuhnya oleh struktur bisnis yang saling terintegrasi serta sebaran portofolio usaha yang merata di bidang energi, kimia, dan infrastruktur.

"Portofolio kami yang terdiversifikasi memungkinkan Perseroan untuk beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar sekaligus terus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” ucap Agus pada hari Jumat (31/7/2026).

Agus menguraikan bahwa hasil gemilang ini merefleksikan ketangguhan model bisnis BRPT yang terpadu, dibarengi penerapan operasional yang konsisten serta penuh kedisiplinan. 

Dirinya menambahkan, di tengah situasi fluktuasi pasar yang belum mereda, ketahanan portofolio BRPT memberikan keleluasaan bagi perseroan untuk menyasar berbagai peluang di sepanjang lini rantai nilai, sekaligus meredam tekanan penurunan dari beberapa sektor bisnis tertentu.

“Kinerja yang solid dari bisnis kilang, keberhasilan integrasi jaringan ritel bahan bakar Esso, serta meningkatnya kontribusi dari bisnis energi terbarukan semakin memperkuat stabilitas dan kualitas pendapatan Perseroan,” tuturnya lebih lanjut.

Kendati demikian, catatan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk BRPT justru mengalami koreksi sebesar 64,8% menjadi US$190 juta atau sekitar Rp3,4 triliun, turun dari posisi sebelumnya yang mencapai US$540 juta. 

Dilihat dari neraca keuangan per Juni 2026, jumlah total aset perusahaan mengembang 9,2% menjadi US$18,95 miliar dibanding tahun lalu. Sementara itu, total liabilitas merangkak naik 10,2% ke level US$12,46 miliar, dan total ekuitas bertambah 7,4% hingga menyentuh US$6,49 miliar. 

Di samping itu, BRPT tetap menjaga posisi rasio utang bersih terhadap ekuitas pada angka 0,76 kali, relatif stabil bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 0,77 kali.

Lebih lanjut, Agus menerangkan bahwa kendati kondisi eksternal masih dibayangi oleh berbagai ketidakpastian geopolitik serta makroekonomi, pihak BRPT tetap menaruh optimisme tinggi. 

Keyakinan tersebut didasari oleh platform bisnis perusahaan yang terintegrasi, keragaman portofolio, serta ketepatan alokasi modal yang menempatkan BRPT pada posisi strategis untuk memetik hasil dari beragam investasi seiring dimulainya tahap operasi komersial.

“Ke depan, Barito Pacific tetap berkomitmen menjalankan strategi transformasi jangka panjang, memperkuat ketahanan kinerja, serta menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangqu kepentingan,” pungkas Agus.

Terkini

Tinju, Anggar, dan Tenis Meja ke Asian Games 2026 Mandiri

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:12:01 WIB

Amankah Ibu Hamil Makan Makanan Pedas? Ini Faktanya

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:10:31 WIB

Ramalan Zodiak Awal Agustus 2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:07:31 WIB