Bisnis GoPay Tumbuh Pesat, GOTO Kantongi Laba Bersih Rp252 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 02:46:02 WIB
GOTO Raup Laba Bersih Rp252 Miliar, Ditopang Pertumbuhan Pesat GoPay [FOTO: NET].

JAKARTA - Kondisi keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan tren perbaikan yang kian solid. Korporasi berbasis teknologi ini mulai memetik keuntungan dari lini bisnis Teknologi Keuangan mereka yang populer dengan nama GoPay. Sepanjang kuartal kedua tahun 2026, GOTO berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp252 miliar. 

Apabila disandingkan dengan kuartal I 2026, perolehan laba bersih GOTO tersebut mengalami kenaikan mencapai 47%. Capaian kinerja pada kuartal kedua ini sekaligus mencatatkan rekor surplus laba bersih dalam dua kuartal berturut-turut. 

Besaran EBITDA Grup yang disesuaikan secara kuartalan bahkan sukses menembus angka lebih dari Rp1 triliun untuk kali pertama sepanjang sejarah atau melonjak nyaris dua kali lipat jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kemajuan gemilang tersebut tidak lepas dari sokongan unit bisnis Fintech GOTO yang berkembang sangat agresif. Hans Patuwo selaku Direktur Utama GOTO bahkan memaparkan bahwa ke depannya, sektor bisnis Fintech akan menyumbangkan porsi pemasokan yang jauh lebih dominan ketimbang ODS menyusul diimplementasikannya kebijakan potongan komisi aplikasi sebesar 8%.

“Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami,” ungkap Hans pada Rabu (29/7)

Besaran nilai EBITDA yang disesuaikan dari lini Fintech tercatat menyentuh Rp481 miliar, atau mengalami ekspansi sebesar 447% dari tahun sebelumnya. Di sisi lain, nilai EBITDA yang disesuaikan untuk segmen ODS berada di kisaran Rp464 miliar pada rentang kuartal yang setara. Sebagai catatan, portofolio bisnis Fintech GOTO mencakup layanan transaksi pembayaran serta fasilitas pinjaman dana.

Dalam kurun waktu April sampai Juni 2026, total pengguna yang aktif bertransaksi secara bulanan pada platform Fintech mencapai 28,8 juta orang. Angka tersebut menunjukkan adanya lonjakan sebesar 29% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Peningkatan yang amat mencolok pada jumlah konsumen aktif ini turut memicu eskalasi volume transaksi secara keseluruhan. Selama periode tiga bulan yang berakhir pada Juni 2026, volume transaksi tercatat melonjak 91% hingga mencapai 2,4 miliar transaksi.

Dinamika pertumbuhan jumlah pengguna serta transaksi ini secara otomatis turut mengerek performa bisnis pinjaman digital. Hingga tanggal 30 Juni 2026, nilai buku portofolio pinjaman GOTO berhasil menembus angka Rp11 triliun atau mencatatkan pertumbuhan tahunan di kisaran 58%. 

Walaupun ekspansi penyaluran pinjaman berjalan sangat cepat, tingkat kualitas kredit tetap terjaga dengan baik. Berdasarkan paparan kinerja keuangan, GOTO sukses mempertahankan rasio kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) di bawah level 1%.

Sinergi antara lini pembayaran dan pinjaman yang sama-sama mengalami kenaikan turut memberikan sokongan kuat bagi total pendapatan sektor Fintech. Memasuki kuartal kedua tahun 2026, perolehan pendapatan bersih dari segmen Fintech GOTO sukses menyentuh angka Rp2,0 triliun atau tumbuh sekitar 53% secara tahunan.

Terkini