Bappenas Beri Pendampingan Intensif untuk Pemerintah Daerah Papua

Kamis, 30 Juli 2026 | 22:49:31 WIB
Wamen PPN Tegaskan Komitmen Percepatan Pembangunan di Tanah Papua [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Waka Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard mengukuhkan komitmen penuh dalam rangka mengakselerasi roda pembangunan di wilayah Papua.

“Saya ingin menegaskan kembali komitmen Bappenas, yakni memberikan pendampingan secara lebih intensif kepada seluruh pemerintah daerah di Tanah Papua,” ujar Febrian dalam Dialog Strategis Wamen PPN/Wakil Kepala Bappenas dengan gubernur dan bupati/wali kota se-Tanah Papua yang dipantau secara daring dari Jakarta, Kamis.

Lewat jalannya pendampingan yang jauh lebih intensif tersebut, Febrian menaruh keyakinan bahwa seluruh program serta kegiatan pembangunan di kawasan Tanah Papua bakal semakin berkesesuaian dengan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), serta berbagai prioritas pembangunan nasional yang telah dicanangkan.

Di samping menghadirkan pendampingan yang lebih intensif, Febrian turut mengutarakan rencana pembentukan serta pengoptimalan kinerja tim asistensi khusus yang akan bekerja berdampingan bersama jajaran pemerintah daerah.

“Bukan untuk mengambil alih kewenangan daerah, melainkan menjadi mitra yang membantu mengurai berbagai kendala implementasi,” ujar Febrian.

Dengan langkah strategis tersebut, imbuhnya, pihak pemerintah daerah bersama dengan tim asistensi diharapkan mampu mempercepat proses penyelesaian berbagai kendala di lapangan, mendongkrak kualitas perencanaan pembangunan, serta memastikan agar segenap peluang pendanaan dan dukungan yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Febrian juga mengemukakan komitmennya untuk terus mengawal pemantapan tata kelola implementasi RAPPP agar berjalan secara akuntabel dan transparan.

“Kami semua memahami bahwa setiap rupiah dana pembangunan, termasuk dana otonomi khusus, adalah amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, pelaksanaannya tentunya harus selaras dengan ketentuan yang berlaku,” kata Febrian lagi.

Febrian memaparkan bahwa wilayah Tanah Papua merupakan salah satu anugerah terindah yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia, mengingat kekayaan alamnya yang melimpah, warisan budayanya yang sangat luhur, serta ketangguhan mental masyarakatnya yang mempunyai semangat dan daya juang luar biasa.

Kendati demikian, Febrian secara terbuka mengakui bahwa tanah Papua hingga kini masih dihadapkan pada berbagai tantangan pembangunan yang tidak mudah, seperti masih ditemukannya warga yang harus menempuh jarak perjalanan jauh demi mendapatkan akses layanan kesehatan, anak-anak yang belum sepenuhnya menikmati fasilitas pendidikan layak, hingga perkampungan yang belum tersentuh infrastruktur dasar secara memadai.

Maka dari itu, Febrian menekankan bahwa pelaksanaan pembangunan di Papua tidak boleh sekadar dipandang sebagai rutinitas penyelesaian proyek fisik, penyusunan pos anggaran, atau sekadar pemenuhan target indikator statistik semata.

“Pembangunan adalah tentang bagaimana menghadirkan harapan, bagaimana memastikan setiap anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan mewujudkan masa depannya,” ujar Febrian.

Terkini