JAKARTA - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengemukakan bahwa program pembangunan kependudukan wajib memperlebar kesempatan kerja bagi segenap kalangan muda.
"Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi atau indikator demografi, tetapi juga dari sejauh mana generasi muda memperoleh kesempatan untuk membangun kehidupan sesuai cita-cita mereka," kata Wamendukbanngga Isyana dalam peringatan Hari Kependudukan Sedunia bersama UNFPA di Jakarta, Kamis.
Ia menekankan bahwa di balik sekumpulan data serta statistik kependudukan tersimpan unsur manusia, unit keluarga, angan-angan, serta masa depan.
Karenanya, pelaksanaan pembangunan kependudukan tidak semata-mata berpusat pada totalitas kuantitas penduduk, melainkan memestikan tiap-tiap individu mengantongi hak kesempatan hidup sehat, tumbuh, dan memaksimalkan potensi diri mereka.
Wamendukbangga turut menguraikan hasil kajian UNFPA yang memperlihatkan bahwa persoalan penurunan angka kelahiran tidak sesederhana menurunnya minat mempunyai keturunan, sebab mayoritas kaum muda sebenarnya tetap berniat membangun rumah tangga dan berperan sebagai orang tua. Kendati demikian, sebagian besar dari mereka terkendala rintangan utama berupa kerentanan finansial serta pekerjaan yang belum mapan.
"Selain itu mereka juga menghadapi akses terhadap perumahan yang terbatas, ketimpangan gender, serta layanan kesehatan reproduksi yang belum merata. Kondisi tersebut sangat relevan bagi Indonesia. Oleh karena itu,pembangunan kependudukan tidak boleh hanya fokus pada angka kelahiran maupun struktur umur penduduk," ucap Wamendukbangga Isyana.
Berdasarkan pandangannya, hal yang jauh lebih krusial ialah membangun ekosistem kondusif agar generasi muda sanggup meraih kesempatan belajar, berkarier, berkreasi, membina keluarga sekiranya mereka menghendakinya, serta menyusun rencana masa depan secara penuh optimisme.
"Pertanyaan utama yang harus dijawab bukanlah berapa jumlah penduduk Indonesia di masa depan, melainkan apakah negara telah menyediakan kesempatan yang adil bagi setiap orang muda untuk mewujudkan harapan dan aspirasinya," ucap Wamendukbangga Isyana.
Wamendukbangga Isyana pun memaparkan bahwa Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) hadir sebagai salah satu jawaban alternatif yang dihadirkan oleh instansi Kemendukbangga/BKKBN guna menanggulangi pelbagai tantangan kependudukan di tanah air.
PJPK berfungsi sebagai salah satu sarana pemetaan strategis yang mampu menjembatani kalangan muda dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.