Kemenves/BKPM Sebut Investasi Jepang di Indonesia Terus Menguat

Rabu, 29 Juli 2026 | 23:36:32 WIB
BKPM: Tren Investasi Jepang ke Indonesia Menguat di Semester I-2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memandang bahwa tren penanaman modal asing (PMA) asal Jepang yang masuk ke Indonesia menunjukkan peningkatan yang kuat sepanjang paruh pertama tahun 2026.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Riyatno, mengutarakan bahwa indikator tersebut terlihat dari status Jepang yang berhasil bertengger di urutan keempat sebagai negara pemberi PMA terbesar di tanah air selama semester pertama tahun ini.

“Kemitraan ini terus menunjukkan tren yang menguat, dan pada semester pertama tahun 2026, Jepang menduduki posisi investor terbesar keempat di Indonesia dengan realisasi sebesar 1,9 miliar dolar AS atau berkontribusi 6,2 persen terhadap total penanaman modal asing,” kata Riyatno dalam peluncuran buku “Dampak Paviliun Indonesia dalam World Expo di Osaka Jepang pada 2025”, di Jakarta, Rabu.

“Angka ini bukan sekadar statistik, namun merefleksikan kepercayaan yang tumbuh dari sebuah kemitraan panjang,” ujar dia menambahkan.

Berdasarkan catatan instansi tersebut secara keseluruhan, jumlah akumulasi investasi yang berhasil masuk ke Indonesia terhitung sejak Januari hingga Juni 2026 atau sepanjang semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun.

Sementara itu, apabila ditinjau dari segi komposisi penanaman modal yang masuk, yakni penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN), masing-masing membukukan angka realisasi sebesar Rp507,6 triliun dan Rp502,9 triliun.

Lebih lanjut, Riyatno memaparkan bahwa pihak pemerintah senantiasa bersungguh-sungguh untuk memanfaatkan berbagai agenda berskala internasional guna menjaring lebih banyak lagi aliran penanaman modal asing menuju Indonesia.

Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui partisipasi Indonesia dalam ajang World Expo 2025 yang diselenggarakan di Osaka, Jepang. Keikutsertaan ini sukses mendatangkan potensi kerja sama serta investasi dengan taksiran nilai mencapai 28,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS), di mana sektor industri hijau serta program hilirisasi memegang porsi komitmen senilai 22,3 miliar dolar AS.

“Bagi kami, ini bukan semata soal mengenalkan produk, ini adalah wujud kemitraan penambahan modal,” kata dia lagi.

Riyatno menjelaskan pula bahwa kehadiran anjungan Indonesia di ajang World Expo 2025 Osaka turut berfungsi sebagai sarana strategis dalam memelihara sekaligus memperluas jalinan kerja sama bilateral, mengenalkan berbagai prospek bisnis anyar kepada para pelaku usaha di Jepang, serta membangun fondasi yang lebih kokoh bagi sinergi investasi kedua negara ke depannya.

“Momentum ini sejalan dengan arah dan kami pegang teguh di Kementerian Investasi dan Hilirisasi, yaitu mendorong investasi yang berkualitas dan berkelanjutan, investasi yang menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan manfaatnya dirasakan merata serta diharapkan dapat membuka peluang investasi berkelanjutan lebih lebar lagi,” kata Riyatno lagi.

Terkini