Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini Melemah Jadi Rp18.070 Per Dolar AS

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:26:02 WIB
Rupiah Melemah Imbas Sikap Hati-Hati Pasar Terhadap Arah Kebijakan BI [FOTO: NET].

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah pada hari Selasa pagi terpantau mengalami pelemahan sebanyak 61 poin atau setara 0,34 persen, sehingga parkir di posisi Rp18.070 per dolar AS jika dibandingkan dengan penutupan sebelumnya yang berada pada level Rp18.009 per dolar AS.

Analis dari Bank Woori Saudara Rully Nova mengemukakan bahwa koreksi nilai tukar rupiah ini terjadi seiring sikap waspada yang ditunjukkan oleh para pelaku pasar terhadap dinamika arah kebijakan Bank Indonesia (BI) di bawah kepemimpinan pejabat tertinggi yang baru.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah pada kisaran di Rp18 ribu-Rp18.050 per dolar AS dipengaruhi oleh faktor domestik sikap hati-hati pelaku pasar terhadap arah kebijakan BI di bawah Gubernur yang baru,” ucapnya di Jakarta, Selasa.

Sebagaimana telah diketahui khalayak, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti kini ditunjuk mengemban posisi sebagai pejabat sementara Gubernur BI menyusul mundurnya Perry Warjiyo dari jabatannya.

Berikutnya, pihak pemerintah bakal menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) berkenaan dengan pemberhentian secara hormat atas nama Perry Warjiyo dari kursi Gubernur BI. Selepas tahapan administratif tersebut rampung, rangkaian suksesi kepemimpinan Gubernur BI memasuki fase transisi sebelum nantinya Presiden mengajukan nama kandidat calon Gubernur BI definitif yang baru.

Merujuk pada ketentuan regulasi Undang-Undang Bank Indonesia, Presiden mempunyai wewenang untuk menyodorkan usulan nama calon Gubernur BI pengganti kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Berikutnya, Komisi XI DPR RI diagendakan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebelum memberikan lampu hijau berupa persetujuan resmi.

Begitu mengantongi restu dari pihak DPR, barulah figur calon terpilih tersebut secara sah ditetapkan serta dilantik oleh Presiden untuk menjabat sebagai Gubernur BI definitif.

“Gubernur BI yang baru perlu memprioritaskan penguatan kelembagaan/institusi, terutama kebijakan operasional moneter yang mempengaruhi jumlah uang beredar dan ekspektasi inflasi, di mana seharusnya BI tidak secara langsung membeli obligasi pemerintah di pasar perdana,” ungkap Rully.

Di sisi lain, sentimen yang berasal dari pasar global terpantau berada di zona yang cukup kondusif, ditandai oleh pergerakan indeks dolar AS yang cenderung stabil serta penurunan komoditas harga minyak mentah seiring meredanya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Menukil laporan dari kantor berita Anadolu, Presiden AS Donald Trump memberikan instruksi untuk menangguhkan aksi serangan lanjutan terhadap Iran, yang sekaligus menyudahi rangkaian agresi militer yang telah berkecamuk selama 13 hari berturut-turut.

Sementara itu, pihak Iran menyatakan bahwa saat ini pemerintahannya belum membuka jalur perundingan apa pun dengan pihak Amerika Serikat, dan segala bentuk komunikasi di kemudian hari sangat bergantung pada pergeseran gestur politik Washington. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei secara tegas menepis rumor yang menyebutkan bahwa Teheran sempat melayangkan permohonan dialog kepada AS.

Terkini