Kementan dan Unhas Produksi Drone Pertanian Senilai Rp 11 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 | 22:22:02 WIB
Kementan Gandeng Unhas Produksi Drone Pertanian Rp 11 Miliar [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) guna memproduksi perangkat Unhas Sprayer-Spreader Drone (USD) dengan nilai anggaran mencapai Rp 11 miliar sebagai komponen penting dalam kerangka mempercepat proses modernisasi sektor pertanian sekaligus menyokong menyukseskan program swasembada pangan nasional.

Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menyampaikan bahwa pada fase permulaan ini, sebanyak 50 unit pesawat nirawak atau drone telah dipersiapkan agar dapat segera disalurkan ke 46 kabupaten dan kota yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, serta Papua.

"Inovasi teknologi pertanian ini mulai disebarluaskan secara nasional untuk mendukung modernisasi pertanian dan penguatan program swasembada pangan," kata Jamaluddin dalam keterangannya, Minggu.

Ia menguraikan bahwa setiap unit drone tersebut telah melewati serangkaian tahapan pengujian ketat demi menjamin tingkat efektivitas yang optimal dalam hal penyemprotan cairan maupun penaburan benih pada bermacam-macam karakteristik struktur lahan sebelum nantinya diserahterimakan kepada para petani.

Menurut pandangan Jamaluddin, langkah distribusi drone ini merepresentasikan tonggak awal proses hilirisasi atas hasil karya inovasi yang dikembangkan oleh pihak Unhas agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas di kancah pertanian nasional.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Inkubator dan Science Techno Park (STP) Unhas yang juga bertindak sebagai perancang utama USD, Andi Amijoyo Mochtar, mengutarakan bahwa perangkat drone tersebut didesain khusus guna mendongkrak tingkat efisiensi budidaya padi lewat penerapan sistem tebar benih yang menawarkan presisi lebih tinggi, pengerjaan cepat, serta pengoperasian yang praktis.

Perangkat canggih ini telah dibekali dengan tangki penampung benih berkapasitas besar sehingga memiliki kemampuan jelajah menjangkau area lahan tanam secara lebih luas. Pola sistem operasinya pun dirancang secara otomatis agar nantinya bisa dioperasikan langsung oleh para petani tanpa harus menguasai keahlian teknis yang rumit.

Andi menambahkan bahwa agenda pengembangan teknologi tersebut bakal dilanjutkan menuju fase manufaktur massal pada tahun mendatang. Di dalam rangkaian proses hilirisasi itu, pihak Unhas turut merangkul PT Ener Sky Innovation sebagai mitra strategis dari sektor industri guna memperkokoh kapasitas produksi.

"Identitas drone ini adalah Unhas. Kami membangun komitmen bersama agar inovasi ini terus berkembang melalui kolaborasi berbagai pihak," ujarnya.

Terkini