Harga Cabai di Cirebon Turun Hingga 11% Pada Akhir Juli 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 21:40:01 WIB
Pasar Pangan Cirebon: Harga Cabai Turun Hingga 11 Persen [FOTO: NET].

JAKARTA - Bandar niaga komoditas pangan pokok di pasar-pasar tradisional wilayah Kabupaten Cirebon memasuki pekan pamungkas bulan Juli 2026 terpantau berada dalam kondisi yang cenderung stabil, diiringi oleh tren pelemahan harga pada sektor produk hortikultura.

Berdasarkan paparan data yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia per Senin (27/7/2026), komoditas cabai serta bawang kompak mengalami koreksi harga, sementara komoditas telur ayam ras justru mencatatkan lonjakan paling tinggi jika dikomparasikan dengan periode pencatatan sebelumnya.

Kategori cabai rawit merah membukukan penurunan paling signifikan, yakni menyusut hingga 10,99 persen atau setara Rp6.000 sehingga bertengger di angka Rp49.000 per kilogram. Kondisi serupa juga melanda komoditas bawang merah ukuran sedang yang terkoreksi 7,96 persen ke level Rp39.300 per kilogram.

Menyusul tren tersebut, harga cabai merah besar turun 5,57 persen menjadi Rp45.750 per kilogram, cabai rawit hijau merosot 4,56 persen menjadi Rp55.450 per kilogram, bawang putih ukuran sedang melemah 4,13 persen ke posisi Rp40.650 per kilogram, serta cabai merah keriting terkikis 2,46 persen menjadi Rp39.700 per kilogram.

Di sisi lain, pergerakan kelompok komoditas beras memperlihatkan dinamika yang terbilang stabil. Rinciannya, beras kualitas bawah I tetap dipatok senilai Rp14.200 per kilogram dan beras kualitas bawah II bertahan pada angka Rp13.650 per kilogram. 

Begitu pula dengan beras kualitas super I yang ajek di harga Rp17.150 per kilogram, serta beras kualitas super II yang kukuh pada level Rp16.050 per kilogram.

Kendati demikian, komoditas beras kualitas medium justru mengalami kenaikan tipis. Beras kualitas medium I merangkak naik Rp50 menjadi Rp15.500 per kilogram, sementara beras kualitas medium II turut naik Rp50 hingga menyentuh angka Rp14.850 per kilogram.

Bergeser ke sektor protein hewani, komoditas telur ayam ras segar menjadi penyumbang persentase kenaikan paling tinggi. Harganya terdongkrak naik 4,65 persen atau senilai Rp1.200 sehingga menjadi Rp27.000 per kilogram. Di samping itu, daging ayam ras segar mengalami kenaikan tipis sebesar 0,27 persen atau Rp100 ke posisi Rp36.550 per kilogram. Sementara itu, komoditas daging sapi terpantau sama sekali tidak mengalami pergerakan harga. Daging sapi kualitas I stabil di kisaran Rp157.500 per kilogram, dan daging sapi kualitas II bertahan pada nominal Rp148.900 per kilogram.

Untuk komoditas penunjang lainnya, gula pasir kategori premium menetap di angka Rp19.300 per kilogram dan gula pasir lokal bertahan pada Rp18.350 per kilogram. Varian minyak goreng curah pun tercatat tidak berubah pada pos Rp21.350 per liter.

Di sisi lain, minyak goreng kemasan bermerek I mengalami penurunan tipis Rp50 menjadi Rp23.350 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II turun Rp100 ke level Rp22.650 per liter.

Secara keseluruhan, peta fluktuasi harga bahan pangan di Kabupaten Cirebon menjelang akhir bulan Juli ini didominasi oleh penurunan pada jajaran produk hortikultura, khususnya aneka jenis cabai dan bawang.

Sementara itu, ketersediaan komoditas pangan esensial semacam beras, gula, minyak goreng, serta daging sapi terpelihara dalam kondisi yang relatif stabil, di mana kenaikan harga hanya terpusat pada komoditas telur ayam ras, daging ayam ras, serta dua tingkatan varian beras medium.

Terkini