Kondisi Politik Era Prabowo Dinilai Kian Buruk Versi SMRC

Senin, 27 Juli 2026 | 18:15:01 WIB
Survei SMRC: Kondisi Politik Dinilai Buruk, Positif Publik 13,5% [FOTO: NET].

JAKARTA - Hasil riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memperlihatkan bahwa 13,5% masyarakat menganggap situasi politik terkini pada masa pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam kategori baik ataupun sangat baik. 

Berdasarkan riset SMRC tanggal 5–19 Juli 2026, tatkala warga diminta mengevaluasi kondisi perpolitikan nasional secara umum pada masa sekarang, sejumlah 1,7% menyatakan sangat baik, 11,8% baik, 33,6% sedang, 31,7% buruk, 11,1% sangat buruk, serta 10,2% tidak tahu ataupun tidak menjawab. 

“Hanya 13,5% publik yang menilai kondisi politik nasional sekarang baik atau sangat baik, sementara yang menilai buruk atau sangat buruk jauh lebih besar, 42,8%,” kata Deni dalam keterangannya, Senin (27/7/2026). 

Menurutnya, dalam rentang sembilan bulan terakhir telah terjadi penyusutan drastis pandangan positif warga terhadap keadaan politik, dari angka 35,8% di survei November 2025 menjadi 27,1% pada survei Februari–Maret 2026 dan kian merosot ke level 13,5% pada Juli 2026. 

Di rentang waktu serupa, pandangan negatif melompat dari 23% menjadi 28,1% dan sekarang menyentuh 42,8%. SMRC turut memaparkan bahwa tingkat apresiasi masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo merosot drastis ke angka 51,1% pada Juli 2026, berbanding terbalik dengan catatan 81,2% pada November 2025.

Secara terperinci, terdapat 4,8% warga yang merasa amat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo, 46,3% cukup puas, 35% kurang puas, 11,9% tidak puas sama sekali, serta 2,1% tidak tahu atau tidak menjawab.

 Berdasarkan pemaparan Deni, penurunan tingkat apresiasi masyarakat ini berkaitan erat dengan penilaian negatif warga terhadap sektor ekonomi, politik, serta penegakan hukum. “Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” ujar Deni.

Sementara itu, Deni menerangkan bahwa populasi riset yang dijalankan SMRC mencakup seluruh penduduk Indonesia yang mempunyai hak pilih. Sebanyak 749 responden dipilih secara acak. Responden yang memiliki telepon diwawancarai lewat sambungan telepon sebanyak 83,8%, sedangkan yang tidak memiliki telepon diwawancarai secara langsung tatap muka sebanyak 16,2%. Komposisi tersebut selaras dengan jumlah populasi pemakai telepon genggam dan yang tidak memakainya. Adapun, tingkat kesalahan (margin of error) riset ini berada di kisaran ±3,7%.

Terkini