BI Sebut Stabilitas Inflasi dan Digitalisasi Sumedang Patut Ditiru

Minggu, 26 Juli 2026 | 18:24:31 WIB
Bank Indonesia Puji Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Sumedang [FOTO: NET].

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melontarkan pujian atas kinerja Pemerintah Kabupaten Sumedang yang dinilai amat progresif dalam merawat kestabilan harga pangan pokok serta menggenjot percepatan digitalisasi wilayah lewat ragam terobosan strategis.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan mengemukakan bahwa Kabupaten Sumedang memperlihatkan respons yang sangat sigap dalam menekan angka inflasi. Menurutnya, langkah-langkah preventif yang ditempuh daerah tersebut, utamanya perihal pemeliharaan ketersediaan cadangan pangan, terbukti ampuh meredam gejolak harga di pasaran.

"Dalam pengendalian inflasi, Kabupaten Sumedang sangat sigap. Berbagai langkah antisipatif, termasuk menjaga ketersediaan cadangan pangan sehingga mampu meredam gejolak harga. Ke depan, Bank Indonesia siap memberikan dukungan melalui berbagai program, seperti operasi pasar, penguatan digitalisasi transaksi, serta program-program lain yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Junanto saat bertemu Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang, Kamis (23/7/2026).

Di samping stabilisasi harga, Junanto turut memuji komitmen Pemkab Sumedang dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital. la menilai transformasi digital di Sumedang telah berjalan dengan amat optimal serta layak dijadikan percontohan bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia guna mendongkrak mutu pelayanan publik.

"Perkembangan Kabupaten Sumedang sangat luar biasa. Saat ini Sumedang jauh lebih maju, semakin modern, dan transformasi digitalnya sudah berjalan dengan sangat baik. Inilah yang dibutuhkan saat ini, bagaimana pemerintah daerah mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, efektivitas tata kelola pemerintahan, serta mempercepat pembangunan daerah," katanya.

Junanto memaparkan bahwa agenda kunjungan ini dimaksudkan untuk mempererat kolaborasi antara bank sentral dan pihak pemerintah daerah. Kebijakan ini selaras dengan mandat regulasi anyar yang membebankan tugas tambahan kepada BI guna turut menyokong ekspansi ekonomi daerah lewat pembentukan iklim bisnis yang kondusif, optimalisasi investasi, serta perluasan lapangan pekerjaan.

Pada momentum yang bersamaan, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjabarkan bermacam inovasi digital yang dikembangkan melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). 

la menerangkan bahwa Sumedang kini memiliki fasilitas Command Center yang menyatukan data dari seluruh unit perangkat daerah guna menunjang proses pengambilan keputusan yang kilat dan berbasis data.

"Transformasi digital bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi merupakan upaya membangun budaya kerja yang lebih cepat, tepat, transparan, dan melayani. Seluruh inovasi yang kami bangun diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan," tutur Dony.

Sejumlah platform unggulan turut diperkenalkan, mulai dari sistem perencanaan dan penganggaran hingga dashboard pengawasan pembangunan. Melalui sistem ini, pihak pemda dapat mengawasi progres program serta menanggapi bermacam kendala warga secara realtime, demi memastikan pertumbuhan ekonomi tetap inklusif dan berkelanjutan.

Terkini