OJK Dorong Perbankan Sumsel Biayai Program 100.000 Sultan Muda

Minggu, 26 Juli 2026 | 17:36:01 WIB
OJK & Pemprov Sumsel Dorong Pembiayaan Target 100.000 Sultan Muda [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginisiasi dorongan bagi sektor industri perbankan agar merumuskan skema pembiayaan khusus bagi para pelaku wirausaha muda demi merealisasikan target pencapaian 100.000 Sultan Muda. 

Kebijakan strategis ini diharapkan mampu mengakselerasi kemunculan wirausahawan baru sekaligus mendongkrak perluasan pangsa ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal bumi Sriwijaya.

Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, mengemukakan bahwa program Sultan Muda dirancang secara khusus untuk mengubah paradigma berpikir generasi muda, dari yang mulanya berorientasi sebagai pencari kerja menjadi aktor pencipta lapangan pekerjaan. 

Menurutnya, salah satu bentuk fasilitasi nyata yang diberikan adalah dengan menjembatani para wirausahawan muda dengan lembaga industri keuangan supaya hambatan permodalan dapat terselesaikan.

"Kami ingin anak muda bergeser dari mencari kerja menjadi menciptakan lapangan kerja. Jangan terus-terusan membawa berkas lamaran ke sana kemari. Kalau di bursa kerja ada lowongan kerja, di Sultan Muda ada lowongan bisnis," ujarnya dalam kegiatan bincang santai dukungan industri jasa keuangan yang dirangkaikan dengan peresmian outlet UMKM Sultan Muda, dikutip Minggu (26/7/2026).

Deru menuturkan bahwa acara tersebut sengaja dilangsungkan di sentra bisnis milik salah satu pengusaha muda yang telah sukses merambah pasar ekspor mancanegara. Komoditas yang berhasil dipasarkan ke luar negeri bahkan bukanlah produk bernilai teknologi tinggi, melainkan penganan tradisional khas Sumsel seperti kemplang dan aneka kerupuk.

"Selama ini kami hanya tahu mengonsumsinya, ternyata sekarang sudah bisa diekspor. Itu yang ingin kami tunjukkan kepada anak-anak muda," katanya.

Di sisi lain, Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, menyatakan bahwa seluruh ekosistem industri jasa keuangan—mencakup bank pembangunan daerah, himpunan bank milik negara, hingga bank swasta—telah menyatakan kesiapan komitmennya dalam menyokong akses permodalan bagi para peserta program Sultan Muda. 

Ia memandang bahwa aspek permodalan masih menjadi kendala utama bagi wirausahawan pemula, utamanya tatkala mereka hendak menaikkan skala kapasitas bisnis maupun menembus gerbang pasar ekspor.

"Seluruh bank sepakat mendukung program Sultan Muda. Nantinya akan disiapkan skema pembiayaan khusus, bukan hanya bagi pelaku ekspor tetapi juga UMKM yang masih berorientasi pada pasar domestik," katanya.

Arifin menambahkan, program Sultan Muda kini telah memperlihatkan progres dan hasil yang konkrit. 

Berbagai unit usaha rintisan binaan terpantau terus berkembang pesat, mulai dari sektor pengolahan serabut kelapa, peternakan ayam petelur, hingga bermacam lini usaha berbasis pangan lainnya. Capaian positif tersebut turut terefleksi lewat semakin bergairahnya aktivitas ekspor yang dilakoni oleh para partisipan program.

Berdasarkan catatan, para pelaku usaha di bawah binaan Sultan Muda telah sukses mengekspor komoditas kopi menuju negara Malaysia dan Australia. Bahkan dalam waktu dekat, varian kopi Liberika khas Sumsel dijadwalkan segera merangsek masuk ke pasar Rusia. 

Di samping komoditas kopi, para pengusaha muda binaan Sultan Muda juga mulai merintis pengapalan produk-produk turunan kelapa. Tercatat, pengiriman ekspor kopi ke Malaysia sendiri telah terlaksana sebanyak kurang lebih 17 kali pengiriman.

"Kami sama-sama memulai menggeliatkan perekonomian ini dengan cara mendorong anak muda untuk berbisnis," pungkasnya.

Terkini