Pemerintah Kawal Ketat Revitalisasi Sekolah, Kata AHY

Minggu, 26 Juli 2026 | 16:38:01 WIB
AHY Pastikan Pemerintah Kawal Ketat Revitalisasi Sekolah [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pihak pemerintah bakal mengawasi secara ketat jalannya proses perbaikan serta renovasi bangunan sekolah di berbagai penjuru wilayah Indonesia.

 Keterangan tersebut diungkapkan oleh AHY sebagai tanggapan atas pelaksanaan perbaikan sekolah di sejumlah kawasan seperti wilayah Jakarta dan Grobogan, Jawa Tengah.

"Kami akan terus mengawal proses revitalisasi, termasuk renovasi sekolah-sekolah di Indonesia di semua daerah," kata AHY di Kompleks Gelora Bung Karno, Minggu (26/7/2026).

AHY memaparkan bahwa ikhtiar tersebut dijalankan guna menjamin ketersediaan fasilitas serta sokongan sarana pendidikan agar semakin layak, sehingga mampu menunjang kenyamanan proses belajar mengajar bagi para pelajar serta pengajar.

"Jadi kami ingin memastikan bahwa semua sekolah pada akhirnya semakin layak, fasilitas dan dukungan yang seharusnya memang tersedia untuk semakin baiknya kegiatan belajar mengajar agar anak-anak kami juga bisa fokus, guru-gurunya juga nyaman, sehingga output dari pendidikan ini benar-benar berkualitas," ucapnya.

AHY menambahkan, tahapan pembaruan fisik sarana pendidikan ini dipusatkan lewat kolaborasi lintas kementerian, di antaranya meliputi Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Sosial.

"Yang di depan memang Kementerian Pekerjaan Umum bersama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kalau Sekolah Rakyat itu Kementerian Sosial," ujarnya.

Ketua Umum Partai Demokrat itu turut menggarisbawahi urgensi penentuan skala prioritas pada tiap-tiap daerah demi memaksimalkan capaian pembaruan di tengah berjalannya program-program strategis yang lain.

"Kita tahu bahwa ada prioritas yang harus kami tentukan di setiap daerah, dan kami hadapkan juga pada program-program lainnya. Tetapi saya akan mencoba kawal kalau ada hambatan-hambatan terkait dengan progres di lapangan," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menetapkan target untuk membenahi 71.744 sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Menurut keterangannya, perbaikan tersebut dijalankan melalui skema swakelola, sehingga rangkaian pekerjaan fisik dikerjakan secara mandiri oleh masing-masing institusi pendidikan dengan menggandeng warga sekitar.

"Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 (sekolah) itu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara tiga sampai delapan bulan," kata Mu’ti dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Agenda pembaruan tersebut mencakup renovasi gedung sekolah mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) sampai jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Pekerjaan perbaikan sekolah pada tahun ini dinyatakan melampaui target awal yang telah dipatok sebelumnya, yakni sebanyak 11.744 sekolah dengan alokasi anggaran mencapai Rp 14 triliun.

"Pemerintah telah berkomitmen menambah sasaran sebanyak 60.000 satuan pendidikan, sehingga total revitalisasinya mencapai 71.744," ujar Mu'ti.

Terkini