Harga Minyak Global Naik, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Terjaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:39:32 WIB
Purbaya Pastikan APBN Aman di Tengah Kenaikan Harga Minyak Global [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jaminan kepastian bahwa struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bakal senantiasa berada dalam kondisi yang aman dan terjaga di tengah situasi lonjakan harga minyak mentah yang terjadi di pasar global.

Kendati demikian, ia tidak menepis kenyataan bahwa ketersediaan ruang fiskal yang sebelumnya sempat longgar akibat tren penurunan harga minyak, kini menjadi kembali menyusut seiring terjadinya penguatan kembali (rebound) pada pergerakan harga minyak mentah dunia.

"Masih (APBN kuat). Tapi tadinya kan begini, ketika harga minyak turun, saya pikir saya ada ruang untuk menambah belanja, ke daerah, dan lain-lain ya, termasuk kementerian/lembaga (KL). Artinya sekarang kalau balik lagi (harga minyak naik), ruangnya semakin terbatas saja. Tapi tidak membahayakan APBN sendiri, karena ini bukan keadaan baru kan,” ujar Purbaya ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.

Di samping itu, Purbaya menegaskan bahwa dinamika kenaikan harga minyak mentah di kancah internasional dipastikan tidak akan mendatangkan gangguan terhadap kelangsungan pelaksanaan paket kebijakan stimulus ekonomi yang diagendakan pada periode semester II-2026.

Dasar pertimbangannya, ia menerangkan bahwa alokasi anggaran untuk paket stimulus tersebut telah dirumuskan secara matang oleh pihak pemerintah dengan menggunakan asumsi tingkat harga minyak mentah global yang berada pada posisi relatif tinggi.

“Waktu (rancangan) stimulus kemarin (semester II), dilakukan dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel, jadi tidak ada perubahan yang terlalu signifikan. Cuma yang mau saya tambahkan, ke kementerian/ lembaga (K/L) maupun ke daerah mungkin tidak leluasa sebelumnya,” ujar Purbaya.

Lebih lanjut, pihak Kementerian Keuangan memastikan bahwa pemerintah akan konsisten mempertahankan kestabilan harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tetap tertahan pada tingkat harga yang berlaku saat ini.

"Kalau (BBM) yang subsidi akan kami jaga terus. Cuma kemarin waktu di rapat kabinet, Presiden (Prabowo Subianto) meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda. Jadi kami sedang hitung tadi," ungkap Purbaya.

Sebagai catatan informasi tambahan, berdasarkan catatan transaksi perdagangan pada hari Kamis (23/7) kemarin, pergerakan harga komoditas minyak mentah jenis WTI tercatat melesat tajam lebih dari 6 persen hingga melewati level 92 dolar AS per barel. Sementara itu, untuk jenis Brent dilaporkan mendaki lebih dari 6 persen dan sukses menembus kisaran angka 100 dolar AS per barel, yang sekaligus mencatatkan rekor posisi tertinggi sejak awal bulan Juni 2026 lalu.

Terkini