Kemenekraf Gandeng Indosat dan Adobe Perkuat IP Kreatif Lokal

Kamis, 23 Juli 2026 | 21:30:31 WIB
Kemenekraf Perkuat IP Berbasis Budaya Lewat Kolaborasi Strategis [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memantapkan pembinaan bagi para pelaku kreatif dalam menelahirkan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) lokal yang bersumber dari kebudayaan Indonesia melalui jalinan kerja sama strategis bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) serta Adobe guna menggenjot aspek monetisasi.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengemukakan bahwa Indonesia menyimpan daya potensi yang luar biasa besar dari kalangan talenta muda kreatif. Kendati demikian, potensi tersebut masih menemui hambatan pada sektor monetisasi serta tingkat pemahaman industri mengenai valuasi ekonomi dari suatu karya kreatif.

"Talenta muda kreatif adalah aset terbesar kami. Namun, pada saat yang bersamaan, ada gap dalam hal monetisasi karena banyak di industri kami yang belum paham bagaimana menghargai ekonomi kreatif. Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk menghasilkan setidaknya satu atau dua champion yang berhasil,” kata Irene dalam keterangan yang diterima, Kamis.

Lewat kerja sama tersebut, pihak Kementerian Ekraf bersama Indosat serta Adobe sedang merancang sebuah program khusus yang menjembatani para kreator agar mendapatkan kemudahan akses teknologi, pelatihan, relasi profesional, sampai kesempatan berkolaborasi.

Inisiatif tersebut turut menghadirkan komunitas kreator sebagai wadah interaktif untuk saling bertukar pengalaman, bersinergi, sekaligus membuka potensi nilai ekonomi dari karya-karya yang diciptakan.

Salah satu agenda yang dipersiapkan ialah kegiatan Museum Tour di Museum Nasional yang rencananya bakal diikuti oleh sekitar 100 kreator pilihan, termasuk para pencipta IP lokal. Tidak seperti kunjungan ke museum secara konvensional, acara ini dikemas sebagai ruang penjelajahan budaya nusantara guna memantik gagasan-gagasan kreatif yang selanjutnya diolah ke dalam suatu ajang creative challenge.

Berdasarkan pandangan Irene, metode tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Ekraf yang meletakkan unsur kebudayaan sebagai pilar utama dalam pembangunan sektor ekonomi kreatif nasional.

"Kebudayaan adalah source material dari ekonomi kreatif. Tanpa kebudayaan, tidak akan ada kreasi-kreasi baru. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan warisan budaya tersebut relevan dan diterima oleh generasi masa kini," katanya.

Di samping memacu kemunculan karya-karya kreatif segar, program ini turut diarahkan agar setiap kreator mampu menguasai strategi perancangan intellectual property yang bernilai ekonomis tinggi, mempunyai daya kompetisi internasional, serta sanggup menembus pasar global melalui optimalisasi teknologi digital.

Sementara itu, Senior Vice President Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, menuturkan bahwa kolaborasi ini merepresentasikan wujud nyata komitmen perusahaan dalam memperluas jangkauan akses teknologi bagi para pegiat industri kreatif di tanah air.

"Kreativitas adalah salah satu kekuatan terbesar Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan para kreator memiliki akses terhadap teknologi dan ekosistem yang memungkinkan mereka mengembangkan karya, menciptakan nilai ekonomi, serta menjangkau pasar global," ujarnya.

Sinergi ini merupakan bagian dari perpaduan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) milik Kementerian Ekraf bersama inisiatif GENSi (Generasi Terkoneksi) yang digagas oleh Indosat. Program tersebut disiapkan guna membekali generasi muda dengan kecakapan digital sekaligus memperlebar akses terhadap sarana teknologi kreatif.

Melalui program ini, para peserta tidak sekadar memperoleh bimbingan dan pelatihan, melainkan pula peluang untuk memperluas jaringan, merintis intellectual property, mendalami strategi monetisasi, hingga membuka gerbang menuju pasar yang lebih masif.

Kementerian Ekraf menaruh harapan besar agar kerja sama lintas sektor ini sanggup melahirkan lebih banyak kreator asal Indonesia yang piawai mentransformasikan kekayaan budaya menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi, sekaligus mendongkrak eksistensi Indonesia sebagai salah satu pusat kekuatan ekonomi kreatif di kancah global.

Terkini