Perkuat Kerja Sama Bisnis, Kadin Temui Dubes Sri Lanka

Kamis, 23 Juli 2026 | 21:18:01 WIB
Kadin Bidik Penguatan Perdagangan dan Investasi dengan Sri Lanka [FOTO: NET].

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengincar penguatan relasi perdagangan serta investasi bersama Sri Lanka lewat peningkatan kolaborasi antar sektor swasta.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan bahwa Indonesia serta Sri Lanka memegang ikatan persahabatan yang sudah terbentuk sejak masa lampau.

“Secara historis, kalau kita ingat Konferensi Asia-Afrika hingga Gerakan Non-Blok, Sri Lanka merupakan salah satu pelopor bersama Indonesia. Selain itu, hubungan people-to-people kedua negara juga sudah terjalin sejak lama,” ujar Anindya atau Anin sapaan akrabnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Adapun upaya tersebut dikaji dalam agenda pertemuan antara dirinya bersama Duta Besar Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN Shashikala Premawardhana di Jakarta, Rabu (22/7) guna mendiskusikan prospek relasi komersial Indonesia-Sri Lanka, meliputi penguatan kemitraan dagang, penanaman modal, serta pembentukan forum bisnis bilateral.

Berdasarkan pandangan Anin, kunjungan dari Dubes Sri Lanka ini menjadi momentum strategis guna menjamin relasi antar-pelaku usaha atau business-to-business (B2B) dapat bergerak selaras bersama hubungan antar-pemerintahan yang selama ini telah terbina secara harmonis.

Ia menuturkan bahwa total nilai perdagangan antara Indonesia dan Sri Lanka pada saat ini masih menyisakan potensi besar untuk didongkrak naik, di samping berupaya menciptakan kesetimbangan pada neraca perdagangan kedua belah pihak.

“Nilai perdagangan Indonesia-Sri Lanka saat ini sekitar 500-600 juta dolar AS per tahun. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa meningkatkannya dan juga membuat neraca perdagangan menjadi lebih berimbang,” kata Anin.

Di luar bidang perdagangan, Kadin Indonesia bersama pihak Sri Lanka turut mengulas peluang perluasan investasi. Anin menginfokan bahwa terdapat beberapa proyek di Sri Lanka yang dinilai menarik minat pengusaha nasional guna memperluas ekspansi kerja sama.

Bentuk kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui beragam skema, mulai dari sinergi antar-kamar dagang kedua negara, pendirian High Level Business Council, sampai relasi kemitraan langsung di tingkat pelaku usaha.

“Kadin Indonesia tentu dengan senang hati akan mempelopori sekaligus memfasilitasi berbagai bentuk kerja sama tersebut,” kata Anin.

Di sisi lain, Duta Besar Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN Shashikala Premawardhana mengemukakan bahwa lawatannya kali ini bertujuan memantapkan hubungan komersial kedua negara yang telah memiliki akar sejarah kuat.

Shashikala menambahkan, dirinya beserta Kadin Indonesia telah sependapat untuk membangkitkan kembali pelbagai program kerja sama yang sempat didiskusikan sebelumnya, mencakup pembentukan Indonesia-Sri Lanka Business Council, serta mengaktifkan kembali nota kesepahaman (MoU) antara Kadin Indonesia dan Ceylon Chamber of Commerce.

Lebih lanjut, kedua negara pun berencana mengoptimalkan keterlibatan di berbagai ajang promosi dagang. Pihak Sri Lanka turut menyampaikan undangan kepada Kadin Indonesia agar turut serta menyukseskan gelaran Sri Lanka Expo yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Januari mendatang.

Terkini