Kepala BGN Sudaryono Samakan Program MBG dengan Karakter Pacman

Kamis, 23 Juli 2026 | 20:36:02 WIB
Sudaryono Sebut Program MBG Ibarat Pacman [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono, menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di bawah naungan lembaganya bagaikan permainan Pacman. Inisiatif tersebut sekaligus menghadirkan dampak berganda bagi sektor pertanian.

Tokoh yang sebelumnya menduduki posisi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) tersebut memandang bahwa inisiatif MBG tidak sekadar urusan membagikan makanan. Lebih jauh dari itu, program MBG berfokus pada penyediaan asupan nutrisi yang tepat bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta kaum lanjut usia.

Di samping pemenuhan nutrisi, program MBG diklaim mendatangkan pengaruh positif terhadap produktivitas sektor pertanian. Pasalnya, ketika masih mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Pertanian, dirinya sering berkoordinasi mengenai pasokan bahan pangan untuk kebutuhan program MBG.

"Saya di beberapa kesempatan menyampaikan bahwa program ini itu ibarat Pacman. Jadi apa-apa dimakan," ujarnya seusai dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara pada Rabu (22/7/2026).

Dia berpandangan bahwa program MBG menjadikan komoditas pertanian yang mulanya kerap diabaikan kini menjadi jauh lebih diperhatikan.

"Kalau kami lihat dulu ada orang mandi-mandi susu, sekarang InsyaAllah tidak ada lagi. Ada orang buang-buang wortel, insyaAllah tidak ada lagi," jelasnya.

Walau demikian, dia mengingatkan bahwa persoalan rantai pasok ke depan wajib mendapat perhatian lebih. Sebelumnya, menurut Sudaryono, Kementerian Pertanian sempat menjalankan program penyediaan telur serta daging ayam yang tersebar di luar Pulau Jawa, mengingat distribusi di luar Jawa dinilai masih minim sementara Pulau Jawa mengalami kelebihan pasokan (oversupply).

Kendati demikian, Sudaryono secara terbuka mengakui bahwa terdapat sejumlah aspek yang wajib dibenahi dalam pelaksanaan program MBG. Dirinya bahkan telah mendapati adanya indikasi pelanggaran berupa lemahnya transparansi dalam tata kelola program MBG.

"Ini adalah PR besar yang tentu saja saya sebagai kepala dibantu oleh dua wakil kepala dan seluruh jajaran BGN dan tentu saja didukung oleh semua jajaran kabinet, kementerian dan lembaga yang lain," katanya.

Berkenaan dengan hal tersebut, pihaknya bertekad membawa sistem pengelolaan program MBG menuju arah yang lebih transparan. Pola manajemen yang sebelumnya dikerjakan secara manual kini mulai dialihkan menggunakan sistem digital.

"Dan yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi dan segalanya harus terang-benderang. Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat," ujarnya.

Terkini