AI Karya Anak Bangsa, Kouventa 2.0, Belum Dilirik Pemerintah Meski Populer di Industri

Jumat, 09 Mei 2025 | 18:50:16 WIB
AI Karya Anak Bangsa, Kouventa 2.0, Belum Dilirik Pemerintah Meski Populer di Industri

JAKARTA - PT Helios Informatika Nusantara (Helios), anak usaha dari CTI Group, baru-baru ini meluncurkan versi terbaru dari platform AI mereka, yaitu Kouventa 2.0. Peluncuran ini dilakukan di Asha Beach Club, Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Kamis, 8 Mei 2025. Kouventa 2.0 merupakan solusi generative artificial intelligence (AI) yang dirancang khusus untuk membantu transformasi operasional pelaku bisnis dan industri di era digital yang semakin maju.
 

Kouventa 2.0: Solusi Cerdas untuk Tantangan Bisnis di Era Digital

 

Kouventa 2.0 hadir untuk menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi oleh banyak perusahaan, khususnya dalam hal keamanan data dan pengalaman pelanggan. Dengan kecanggihan teknologi generative AI, platform ini tidak hanya menjamin keamanan data yang sangat penting bagi perusahaan, tetapi juga menawarkan pengalaman pengguna yang lebih personal dan responsif.

Royani Lo, CEO Helios Informatika Nusantara, dalam sambutannya menjelaskan, "Kouventa hadir sebagai jawaban atas tantangan yang dihadapi banyak perusahaan dalam menjaga privasi data, sekaligus memberikan pengalaman pelanggan yang lebih personal dan responsif. Ini adalah bagian dari komitmen Helios untuk terus menghadirkan solusi yang relevan dan berdampak nyata bagi pertumbuhan dan daya saing bisnis pelanggan kami."

Kouventa 2.0 memiliki tiga fitur utama yang sangat berguna bagi berbagai sektor industri. Fitur pertama adalah AI Assistant, yang berfungsi sebagai digital copilot, mendampingi pengguna dalam berbagai tugas operasional sehari-hari. Kedua, AI Search yang memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan informasi secara cepat dan akurat. Dan terakhir, Chatbot GPT, yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan dengan menyediakan interaksi yang lebih natural dan responsif.
 

Kouventa 2.0: Platform AI Karya Anak Bangsa yang Dikembangkan Secara Mandiri
 

Salah satu keunggulan dari Kouventa 2.0 adalah platform ini sepenuhnya dikembangkan oleh anak bangsa. Suandy Lim, Direktur Helios dan juga Founder Kouventa, dengan bangga menyatakan, "Kouventa ini dikembangkan 100 persen oleh anak bangsa." Meskipun peluncuran resmi baru dilakukan pada tahun lalu, pengembangan teknologi Kouventa dimulai sejak 2019. Platform ini dibangun sebagai sistem AI private yang terenkripsi, yang dapat diintegrasikan dengan berbagai sistem bisnis dan dianggap lebih aman dibandingkan dengan platform AI publik yang rentan terhadap kebocoran data.

Dengan menggunakan sistem terenkripsi, Kouventa 2.0 memastikan bahwa data yang diproses melalui platform ini tetap aman dan terlindungi, sebuah hal yang sangat penting di dunia bisnis yang semakin digital dan penuh dengan ancaman kebocoran data.
 

Kouventa 2.0 Telah Digunakan oleh Banyak Industri Besar
 

Kouventa 2.0 telah berhasil meraih kepercayaan dari berbagai perusahaan besar di Indonesia. Suandy Lim mengungkapkan bahwa saat ini Kouventa telah memiliki sekitar 20 pelanggan yang berasal dari berbagai sektor industri. "Ada banking, ada multifinance, ada manufacturing, ada transportation, pesawat kita juga punya. Terus ada bisnis-bisnis UMKM juga ada, bahkan retail juga kita punya. Jadi hampir semua industri sudah menggunakan Kouventa," jelas Suandy.

Tidak hanya itu, Suandy juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk terus memperluas jangkauan Kouventa ke sektor-sektor industri lainnya, termasuk sektor yang lebih spesifik seperti oil and gas. "Kalau untuk misalnya oil and gas, itu bisa jadi opportunity. Karena di sana banyak sekali kebutuhan untuk audit dokumen dan hal-hal administratif lainnya yang bisa diproses menggunakan AI," tambahnya.

Dengan kehadirannya yang sudah diterima oleh berbagai sektor, Kouventa 2.0 menunjukkan bahwa teknologi AI buatan Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global dan memberikan solusi nyata bagi dunia usaha.

 

Harapan Kouventa 2.0 untuk Dilirik Pemerintah
 

Meski sudah populer di kalangan pelaku bisnis, Kouventa 2.0 sayangnya belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Padahal, platform AI ini memiliki potensi besar untuk menjadi solusi teknologi yang dapat mempercepat digitalisasi dan transformasi sektor-sektor publik di Indonesia. Suandy Lim mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih berusaha untuk menjajaki peluang untuk bisa bekerja sama dengan pemerintah, baik melalui kementerian-kementerian terkait maupun BUMN.

"Kami lagi jalan testing di beberapa tempat. Tapi belum happen. Ini kan karya anak bangsa ya dan harusnya jadi solusi (AI) yang sangat dibanggakan untuk Indonesia," ujar Suandy dengan penuh harapan. Ia berharap bahwa dengan adanya perhatian dari pemerintah, Kouventa 2.0 bisa berkembang lebih pesat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian digital Indonesia.

Meski demikian, helai-helai kerja keras Helios dalam mengembangkan platform ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan teknologi yang tidak hanya mendukung sektor bisnis, tetapi juga dapat menjadi solusi bagi berbagai masalah yang dihadapi oleh sektor publik.
 

Pentingnya Dukungan Pemerintah Terhadap Inovasi Teknologi Anak Bangsa
 

Dukungan dari pemerintah sangat diperlukan agar teknologi buatan Indonesia seperti Kouventa 2.0 bisa lebih berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas. Sebagai negara yang sedang menuju era digitalisasi, Indonesia sangat membutuhkan berbagai inovasi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing negara di kancah global.

Apabila pemerintah memberikan perhatian lebih kepada karya anak bangsa, tidak hanya dalam hal teknologi AI, tetapi juga dalam pengembangan industri teknologi lainnya, maka potensi besar yang ada pada sektor teknologi di Indonesia akan semakin cepat berkembang.

Terkini