APBN Indonesia Catat Defisit Rp196,5 Triliun pada Akhir Juni 2026

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:24:32 WIB
Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun atau 0,76 Persen PDB [FOTO: NET].

JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat membukukan posisi defisit senilai Rp196,5 triliun hingga penghujung bulan Juni 2026 atau sepanjang periode semester I/2026. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan bahwa besaran defisit anggaran negara tersebut merepresentasikan proporsi setara 0,76 persen dari total produk domestik bruto (PDB).

Pemaparan mengenai dinamika perkembangan defisit fiskal tersebut disampaikan langsung oleh Purbaya di dalam agenda konferensi pers APBN Kita yang bertempat di Kantor Kementerian Keuangan, kawasan Jakarta Pusat, pada hari Selasa (21/7/2026).

Lebih lanjut, bendahara negara tersebut menjabarkan secara rinci bahwa perolehan total pendapatan negara telah mencapai angka Rp1.459,4 triliun hingga penutupan bulan Juni 2026. 

Capaian realisasi tersebut mencerminkan persentase sebesar 46,3 persen dari target keseluruhan pendapatan negara yang dipatok sepanjang tahun berjalan ini pada angka Rp3.153,6 triliun.

Sementara itu, total volume penyerapan belanja negara sudah menyentuh nominal Rp1.656 triliun per Juni 2026. Realisasi anggaran belanja tersebut setara dengan pencapaian 43,1 persen dari target total belanja negara sepanjang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp3.842,7 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai pengeluaran belanja negara masih lebih besar jika dibandingkan dengan perolehan pemasukan pendapatan negara. Oleh karena itu, posisi defisit APBN pada akhirnya mencapai angka Rp196,5 triliun atau setara dengan porsi 0,76 persen dari PDB.

"APBN-nya bagus, ekspansif dan membantu pembangunan," simpul Purbaya.

BACA JUGA AS-Iran Kembali Memanas, Defisit APBN 2026 Diproyeksi Semakin Melebar SILPA APBN Menumpuk, Purbaya Akui Frontloading Utang untuk Cadangan Kas Poin-Poin Penting RUU Pusat Finansial Indonesia (PFII) yang Disahkan DPR Hari Ini

Lebih lanjut, pejabat bendahara negara tersebut menyatakan bahwa besaran defisit keseimbangan primer tercatat berada di level Rp94,9 triliun. Di sisi lain, target patokan keseimbangan primer yang didesain mengalami defisit sebesar Rp89,7 triliun terpantau telah terlewati.

Adapun apabila dilakukan perbandingan dengan rentang waktu yang sama pada tahun sebelumnya, terlihat adanya sedikit penurunan pada angka defisit APBN. Tercatat pada akhir Juni 2025, besaran defisit APBN menyentuh angka Rp197 triliun atau setara dengan 0,81 persen dari PDB.

Dengan demikian, posisi defisit APBN periode Juni 2026 yang sebesar Rp196,5 triliun mengalami penurunan sebesar 0,25 persen apabila dikomparasikan terhadap catatan APBN Juni 2025.

Sebagai catatan informasi, pihak pemerintah sendiri telah mendesain target besaran defisit APBN untuk keseluruhan tahun penuh 2026 di angka Rp689,1 triliun atau setara dengan rasio 2,68 persen terhadap PDB.

Terkini